pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Waspada Potensi Bencana di Januari!

MAKASSAR, BKM — Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi Januari ini. Masyarakat pun diminta untuk waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) RI Pratikno terkait siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Dia mengatakan potensi banjir di puncak musim hujan besar sekali. Saat hujan deras yang terjadi di Desember 2024 lalu saja, sebanyak 2.695 warga terpaksa harus mengungsi.

“Artinya apa? Kita harus lebih waspada dan mempersiapkan diri lebih baik lagi menghadapi puncak musim hujan di Januari ini,” ungkap Achmad Hendra.
Dia mengaku terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh informasi terkait kondisi cuaca. Berkaca pada peristiwa banjir yang terjadi sebelumnya, lanjut Achmad Hendra, pihaknya sudah menyusun strategi yang lebih matang. Baik dalam mempersiapkan personel hingga peralatan.
Selain itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga, khususnya di lokasi-lokasi rawan banjir agar senantiasa waspada dalam menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Termasuk senantiasa memantau informasi yang disampaikan BMKG maupun Pemkot Makassar terkait peringatan dini.
“Alhamdulillah, positifnya warga saat ini semakin tahu potensi bencana. Masyarakat juga lebih memperhatikan lagi peringatan dini dari pemerintah. Tandanya, banyak warga yang mengevaluasi dirinya sendiri sejak awal. Tidak menunggu tergenang, tidak menunggu banjir baru mereka keluar. Itu salah satu tanda masyarakat paham sosialisasi yang diberikan BPBD,” kata Achmad Hendra.

Lebih jauh dikemukakan, di Kota Makassar ada empat kecamatan yang rawan banjir. Yakni Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Tamanlanrea, dan Panakkukang. Hal itu disebabkan oleh topografi atau kontur tanah yang cukup rendah.
Selain itu ada lokasi yang berdekatan dengan daerah aliran sungai. Seperti di Manggala, di mana ada Sungai Biring Je’ne yang kerap meluap saat hujan deras terjadi.

Dia melanjutkan, untuk menangani persoalan banjir ini, butuh kebersamaan multi otoritas. Mulai dari pemerintah kota, provinsi, hingga pusat. Terutama pihak Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang.

Usai rakor, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto langsung menginstruksikan seluruh perangkat pemerintah bersiaga kembali menghadapi cuaca buruk. Apalagi, BMKG menyatakan akan ada potensi bencana Hidrometeorologi ditandai dengan curah hujan yang tinggi.
“Mau tidak mau ini imbauan dari Menko PMK RI dan BMKG langsung. Artinya kita harus bersiap. Pemkot sudah bersiap. Sebelum banjir kemarin juga dinas terkait, seperti PU selalu mengeruk drainase dan membuka layanan aduan,” ucapnya.
Selain itu, kata Danny, ia juga sudah mengarahkan BPBD untuk menyiapkan strategi jika bencana banjir kembali mengancam.
“Langkah awal setidaknya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan ke masyarakat sampai ke mereka untuk melakukan tahapan mitigasi maupun evakuasi secara mendiri saat menghadapi bencana sudah dilakukan,” ujarnya.

Untuk solusi jangka panjang penanganan banjir, Danny menjelaskan diperlukan perbaikan drainase yang baik. “Kalau solusi jangka panjang sudah dimaksimalkan semua. Yang perlu dimaksimalkan yaitu adalah otorisasi drainase. Kita perbaiki drainasenya,” terang Danny.
Sementara, Kepala BMKG RI, Dwikorita mengungkapkan prediksi bencana yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem di bulan Januari. “Di Sulsel ini sangat istimewa mulai dari Desember, Januari, Februari, Maret, April sampai Juni mengalami puncak musim hujan. Tapi untuk wilayah yang berbeda-beda di Jawa, puncak musim hujan ada di bulan Desember dan Januari. Di Sulsel ini, mulai Desember, Januari sampai Juni wilayah mana saja bergantian itu petanya sudah ada,” ungkapnya.
Dia menjelaskan pada bulan Januari 2025, terutama pada tanggal 2 hingga 7 Januari, beberapa wilayah di Sulsel diantaranya Kota Makassar, Maros, Soppeng potensi mengalami cuaca ekstrem. “Untuk itu dalam rangka mitigasi yang disampaikan Bapak Menko, BNPB, dan Pj Gubernur. Kami dari BMKG mengimbau masyarakat terus memonitor perkembangan informasi cuaca karena ini perubahannya bisa sangat cepat melalui aplikasi mobile phone info bmkg yang dapat diinstal di appstore atau playstore,” bebernya.

Hal itu juga diperkuat oleh instruksi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) RI Pratikno untuk bersiap menghadapi bencana ini. “Nah, ini yang perlu kita antisipasi. Bukan hanya curah hujannya tinggi, tapi juga nanti implikasinya ada tanah longsor, banjir, dan ombak tinggi yang harus diketahui oleh para nelayan,” sebutnya.
“Kami menyelenggarakan rapat bersama jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, bersama dengan bupati/wali kota. Jadi kita siapkan semua agar dampaknya kecil, infrastruktur fisiknya disiagakan, aparatnya disiagakan, masyarakatnya disiagakan, dan juga seluruh dukungan dari kemungkinan terhadap korban bencana, apakah itu pengungsian, logistik juga disiagakan,” tutupnya. (rhm)



×


Waspada Potensi Bencana di Januari!

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link