pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

5.005 Jiwa Mengungsi, Kemensos Salurkan Bantuan

Menggunakan Perahu Karet, Wali Kota dan Kapolda Datangi Lokasi Banjir

MAKASSAR, BKM – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengunjungi lokasi banjir dan titik pengungsian di Kecamatan Manggala, Blok 8, Kamis (13/2). Danny beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail dan sejumlah OPD datang pukul 14.30 Wita.
Dengan menggunakan perahu karet, Danny menyusuri rumah warga yang terdampak banjir. Khusus di Manggala, terdapat 2.211 jiwa terdampak dan 22 titik lokasi pengungsian. Ketinggian air di kawasan ini bervariasi, mulai dari 1 hingga mencapai 2,1 meter.

Wali Kota kemudian mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak banjir, memastikan kesehatan dan kebutuhan warga. “Hari ini saya meninjau banjir yang luar biasa tingginya seperti pada saat tahun 2018. Kecepatan naiknya luar biasa dan tidak berangsur,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa penyebab utama banjir kali ini adalah pembukaan Bendungan Bili-Bili dan dampak luapan air dari Kabupaten Maros. “Kalau Bili-Bili dibuka, sudah jelas air datang dari arah sana,” katanya.

Sejak Senin (11/2), Danny mengaku telah mengingatkan seluruh OPD untuk bersiap siaga bencana, lantaran hujan deras yang disertai angin kencang tak kunjung mereda. Pemkot Makassar telah menetapkan status tanggap darurat hingga 17 Februari. Danny memastikan bantuan dari pemerintah pusat sudah mulai disalurkan.
“Kemensos sudah turun, Ibu Direktur langsung menelepon saya. Ada juga bantuan dari Ibu Indira Ismail yang langsung disalurkan ke pengungsi. OPD juga tadi kompak bawa nasi kotak 1.200-an dos,” ungkapnya.

Banjir di wilayah Antang menjadi perhatian khusus karena terus berulang. Danny menekankan bahwa penyebabnya bukan hanya faktor alam, tetapi juga tata ruang. “Dulu di sini tidak ada rumah, tidak ada banjir. Begitu ditinggali, banjir. Jadi ini juga soal tata ruang,” tegasnya.
Ia mengklaim bahwa selama kepemimpinannya, tidak mengizinkan pembangunan perumahan yang tidak layak secara mitigasi banjir. Danny menyebut banjir kali ini sebagai yang terakhir baginya sebagai wali kota, mengingat masa jabatannya akan segera berakhir. Dia pun berpesan kepada OPD terkait agar tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem.

“Ramalan cuaca makin hari tidak baik-baik saja. Terima kasih kepada masyarakat atas kesabarannya. Kami terus berusaha memberikan pengamanan terbaik, meski belum sempurna,” tandasnya.
Hingga kemarin, jumlah pengungsi keseluruhan berjumlah 5.005 jiwa di 48 titik pengungsian.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, ikut turun langsung meninjau kondisi banjir di Kecamatan Manggala. Ia melihat langsung warga yang masih bertahan di rumah-rumah tingkat dan memastikan bantuan tetap tersalurkan.

“Banyak yang memilih tidak mengungsi. Jadi kami berikan bantuan seperti mi instan, telur, beras, dan air mineral untuk meringankan beban mereka,” ujar Yudhiawan.
Ia menegaskan bahwa bagi warga di pengungsian, kebutuhan makanan sudah dijamin dengan tiga kali makan sehari. Namun, bantuan tambahan tetap disiapkan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendesak di malam hari.

Dalam upaya penanganan banjir, Kapolda mengerahkan personel dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Samapta, dan Polair. Selain membantu evakuasi, mereka juga bertugas menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggal mengungsi.
“Kami pastikan keamanan tetap terjaga. Malam hari pun tetap dipantau agar tidak ada warga yang kehilangan barang berharga,” tegasnya.
Untuk proses evakuasi, Polda Sulsel menurunkan sekitar 10 perahu karet. Namun, ada beberapa yang mengalami kebocoran karena tersangkut pagar besi. (rhm)



×


5.005 Jiwa Mengungsi, Kemensos Salurkan Bantuan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link