pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Peduli Lingkungan

NAMANYA Titin Hidayah. Akrab disapa Titin. Banyak yang mengira kalau dia adalah keturunan Arab. Sebab alis dan hidungnya mirip-mirip dengan orang Arab. Padahal Titin asli Bugis Bone.
Dalam kesehariannya, wanita kelahiran Malaysia 19 Januari 1995 ini dikenal sangat peduli terhadap lingkungan. Terkhusus pada upaya meminimalisir terjadinya pemborosan listrik.
Secara rutin setiap tahun Titin mengajak masyarakat untuk menanam pohon. Selain itu, juga menggelar kegiatan mematikan lampu sebagai bentuk kepedulianya terhadap dunia.
Bersama teman-temannya, Titin rutin mengkampanyekan pemanasan global guna menganjak semua penduduk bumi, baik individu, komunitas, pelaku bisnis, maupun pemerintah kota untuk bersama-sama peduli pada upaya penurunan emisi karbon dioksida yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim.
“Saya sering terjun kampanye earth hour, mengajak masyarakat untuk menghemat listrik dengan mematikan lampu dan peralatan listrik selama satu jam,” katanya saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Benteng Rotterdam beberapa waktu lalu.
Titin menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswi di Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan tahun 2012. Ia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Diakui Titin, kegiatan earth hour merupakan momentum strategis untuk mengingatkan masyarakat, bahwa terjadinya perubahan iklim juga berasal dari penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
“Kita membutuhkan gaya hidup yang hemat energi.Ssaya berharap semakin banyak individu, rumah tangga, dan bisnis untuk ikut mematikan lampu sebagai simbol kontribusi mereka, dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Putri tunggal dari pasangan Muhyani dan Rosmiayati ini setidaknya telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam ajang penghematan listrik ini. Tercatat hampir enam tahun lamanya ia berjibaku dengan kampanye ini.
Di sela-sela rutinitasnya itu, Titin selalu menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya guna melepas kepenatan sehari-hari. ”Biasanya, usai menggelar even, saya sempatkan untuk berenang. Ya, sekadar membuang mood jelek,” cetusnya sambil tersenyum.
Sebenarnya, diakui Titin, kedua orang tua menginginkan dirinya untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tepatnya menjadi seorang guru. Namun ia punya cita-cita dan keinginan sendiri.
”Saya mau cepat selesai dan jadi sarjana. Setelah itu buka usaha sendiri. Orang tua izinkan buka usaha asalkan jadi PNS dulu. Katanya biar punya kerjaan agar hidup lebih terjamin,” terang Titin, yang orangtuanya memang punya latar belakang PNS.
Sebenarnya. Titin punya modal besar untuk menjejaki dunia di luar yang digelutinya sekarang. Salah satunya menjadi model.
Sebab postur tubuh dan wajahnya terbilang cantik.
Tak jarang, Titin mendapat tawaran untuk menjadi model. Namun ia menolaknya. Apalagi untuk model yang mengenakan busana seksi.
”Ada sih tawaran. Tapi saya menolaknya, karena saya tidak suka pakaian yang seksi-seksi,” tandasnya. (ita/rus)



×


Peduli Lingkungan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar