MAKASSAR, BKM — Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengungkap capaian besar Kementerian Pertanian di tengah-tengah efisiensi anggaran.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran di seluruh lembaga dan kementerian di Indonesia. Efisiensi itu, akan membiayai berbagai program prioritas Presiden RI yang bersentuhan langsung kepada masyarakat.
Amran Sulaiman mengatakan, efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) mampu mendatangkan hasil yang jauh lebih besar dari rencana semula.
Meskipun anggaran Kementan dipangkas, namun capaian yang diperoleh justru menunjukkan surplus yang signifikan.
Menurut Amran Sulaiman, efisiensi yang dimaksudkan adalah pengelolaan dana terbatas yang mampu memberikan hasil maksimal.
“Efisiensi itu benar. Yang dikatakan efisien adalah dana terbatas tetapi mampu menghasilkan yang lebih besar dari rencana. Itulah efisien, efektif, dan produktif,” katanya saat Sidang Umum Majelis Perhimpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) ke-3 di Hotel Four Points by Sheraton, Kota Makassar, Jumat (21/2).
Ketua IKA Unhas itu melanjutkan, pihaknya tidak ingin data pertanian terus dipolitisasi oleh pihak-pihak yang tidak senang melihat kemajuan sektor pertanian Indonesia.
“Kami tidak ingin lagi pertanian mengeluarkan data, karena itu hanya dipolemikkan oleh orang yang tidak senang Indonesia bangkit, khususnya sektor pertanian. Kenapa? Ini pasar empuk. Penduduknya 280 juta,” ujarnya.
Kementan, kata Amran, juga melaksanakan berbagai langkah strategis, seperti pompanisasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk meningkatkan produktivitas lahan.
“Langkah yang dilakukan adalah pompanisasi di Jawa Timu dan Jawa Tengah di seluruh daerah A plan, tanah-tanah hujan yang dulunya produksi satu kali kini menjadi 3 kali disaat El Nino,” kata Amran.
Lanjut Amran, seluruh pekerjaan yang dilakukannya adalah instruksi langsung dari Presiden RI sehingga Indonesia mampu surplus di pertanian.
“Kebijakan Presiden adalah terang benderang dan bercahaya, kami bisa tunjukan fakta, biaya listrik turun, biaya haji turun, pupuk di sektor pertanian di naikan dua kali lipat sehingga kita tidak huru hara seperti negara tetangga,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Andi Amran Sulaiman menjamin Indonesia tidak akan mengalami darurat pangan seperti yang terjadi di negara asia lainnya seperti Filipina, Jepang dan Malaysia.
Filipina baru-baru ini mengumumkan keadaan darurat ketahanan pangan imbas lonjakan harga beras yang kian tak terkendali.
“Penduduknya mereka (Filipina) 37 juta jiwa, kita ini 282 juta tapi beras kita surplus,” tuturnya.
ia diperintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan produksi dan menstabilkan harga beras untuk menjamin ketahanan pangan.
“Produksi beras kita membaik. Bayangkan kalau Presiden Prabowo tidak bergerak cepat memerintahkan ke saya, itu yang terjadi di Indonesia (krisis pangan). Parlemen mereka meminta kepada Menteri Pertanian Malaysia belajar ke Indonesia. Itu kebanggaan kita,” sebutnya.
Amran menegaskan, sudah memerintahkan agar Bulog bisa mengoptimalkan penyerapan gabah dari petani.
Dimana, pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran Rp16,6 triliun untuk Perum Bulog dengan target menyerap 3 juta ton setara beras hingga April 2025 mendatang.
Pada Januari 2025, harga beras di pasaran berhasil diintervensi hingga Rp12 ribu per kilo.
Kata Amran, angka ini mengalami penurunan dari tahun lalu yang mencapai Rp16 ribu per kilo.
Ia juga menjamin stok beras sangat aman menjelang bulan Ramadan. Masyarakat tidak perlu panic buying sebab produksi beras naik hingga 52 persen.
“Sangat aman. Kita ada stok terbesar 2 juta ton kilo (beras) dan produksi sudah naik 52 persen,” bebernya. (jun)

