pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ustaz Muh Ridwan, Pengurus PP IDMI

Kenapa Masih Banyak Manusia yang Lalai?

BULAN suci Ramadan kembali kita jumpai. Ada banyak limpahan berkah dan rahmat yang diberikan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah.
Sebagai bulan yang suci, Ramadan tentu memiliki banyak keutamaan. Seperti mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ibadah, dibelenggunya syaitan dan masih banyak lagi.

MENURUT Ustaz Muhammad Ridwan, S.Pd,.M.Pd, salah satu nikmat terbesar kita adalah ketika diberikan kesempatan untuk bisa bertemu dengan Ramadan.

Sebab banyak orang yang jauh sebelum Ramadan sudah berdoa untuk diberikan kesempatan bertemu dengan bulan yang suci ini, namun sayang mereka tidak diberikan.

“Salah satu nikmat terbesar kita adalah saat masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Ramadan. Kenapa? Karena kalau kita pikir banyak orang-orang yang ingin bertemu dengan Ramadan, bahkan jauh sebelum Ramadan mereka sudah berdoa. Namun, dari sekian banyak yang meminta itu, hanya sebagian yang diberikan kesempatan oleh Allah. Artinya apa? Allah mungkin ingin kita lebih baik lagi dari pada Ramadan sebelumnya,” ungkap Ustaz Muhammad Ridwan yang mengisi siniar Berkah Ramadan di studio BKM dan tayang di kanal Youtube BKM News.

Pengurus Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) menjelaskan bahwa tujuan manusia diciptakan di dunia adalah untuk beribadah.

Untuk itu, Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk manusia agar bisa menjadikannya pedoman hidup.

“Allah sudah menjelaskan bahwa tujuan manusia diciptakan di dunia adalah beribadah. Nah, bagaimana agar manusia ketika di dunia itu tidak tersesat? Maka aka Allah turunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup bahwa ini jalannya ke surga dan ini jalannya ke neraka. Allah juga memberikan kita akal supaya bisa berpikir. Makanya, Al-Qur’an itu bukan hanya untuk dibaca tetapi juga dituntut untuk memahami apa artinya,” terangnya.
Ustaz Muhammad Ridwan juga menguraikan bahwa selain banyaknya keutamaan di bulan suci Ramadan, juga ada satu malam yang begitu spesial yaitu Lailatul Qadar.

Jika dilihat dari Al-Qur’an, malam Lailatul Qadar setara dengan seribu bulan, yang artinya jika ditahunkan itu 83 tahun. Sementara hidup manusia hanya sampai 60-70 tahun. Artinya, satu malam atau malam Lailatul Qadar ini tentu sangatlah spesial.

“Yang kedua, Allah siapkan satu malam di bulan Ramadan yang dinamakan malam Lailatul Qadar. Ini Lailatul Qadar jika dilihat dalam Al-Qur’an itu setara dengan seribu bulan. Nah, kalau seribu bulan mau ditahunkan itu kurang lebih 83 tahun. Sementara kita hidup di dunia rata-rata 60-70 tahun. Jadi ini merupakan suatu keistimewaan besar yang Allah berikan di bulan Ramadan. Karena satu malam itu dinilai ibadahnya selama 83 tahun jadi apa sih kurangnya Ramadan,” lanjutnya.

Lalu kenapa masih banyak manusia yang lalai? Ustaz Ridwan membeberkan bahwa saat ini manusia kebanyakan ingin yang instan untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Ia pun membandingkan jika Allah menjanjikan emas satu gram kepada manusia bagi yang melaksanakan salat di masjid, mungkin sebelum waktunya masjid itu sudah penuh.

“Zaman sekarang kan orang-orang ingin yang instan. Berbuat apa saja untuk bisa mendapatkan yang dibutuhkan. Beda kalau orang ingin berbuat kebaikan. Apalagi jika memang sudah tidak ada imannya. Seandainya Allah mau balik itu, misalnya siapa yang mau salat di masjid dapat emas satu gram, saya yakin mungkin tidak ada lagi yang kejar dunia. Bahkan mungkin belum masuk waktunya salat sudah datang duluan ke masjid,” terangnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada orang-orang bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga bagaimana bisa menahan nafsu.

“Jadi puasa itu bukan sekedar menahan lapar dan hausnya, tetapi juga bagaimana menahan nafsu dan memperbaiki ibadah agar lebih baik lagi,” kuncinya. (jar)



×


Ustaz Muh Ridwan, Pengurus PP IDMI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link