MAKASSAR, BKM — Di awal masa jabatannya sebagai Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan efisiensi anggaran besar-besaran. Dia pun tak segan-segan menghapus kegiatan yang dinilai hanya sebuah pemborosan.
Saat memberikan sambutan di acara serah terima jabatan (sertijab), Senin (3/3) di Gedung DPRD Makassar, Appi mengatakan Pemkot Makassar harus sejalan dengan program pemerintah pusat melalui Asta Cita. Selain itu, sesuai dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan efisiensi terhadap penggunaan anggaran. Program atau kegiatan yang dianggap tidak terlalu memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat harus dipangkas atau dihilangkan.
Appi, sapaan akrabnya, berkata hal pertama yang dilakukan sebagai wali kota adalah melihat secara detail pola penggunaan anggaran selama ini di Pemkot Makassar. Bagaimana perbandingan antara belanja dan pendapatan. Ia mengaku tak segan-segan menghapus kegiatan yang terindikasi sebuah pemborosan. Walaupun kegiatan tersebut sudah diprogramkan.
“Kita press (tekan) atau membuang beberapa anggaran-anggaran yang selama ini menurut kami merupakan sebuah pemborosan yang besar. Nah, ini akan kita buang,” tandas Appi.
Hal itu dilakukan agar program strategis yang telah direncanakan dan sudah menjadi janjinya kepada masyarakat bisa dimaksimalkan. “Anggarannya kita akan relokasi ke beberapa program-program strategis yang segera harus berjalan,” kata Appi.
Lebih jauh dipaparkan, semua perjalanan, biaya-biaya pertemuan-pertemuan, meeting-meeting di luar kantor, termasuk anggaran makan minum harus dipangkas. Gedung atau ruang pertemuan milik Pemkot Makassar akan dimaksimalkan untuk efisiensi anggaran.
Dia mengatakan, jika efisiensi anggaran dimaksimalkan, Pemkot Makassar bisa selamatkan anggaran dari kegiatan yang tidak masuk dalam skala prioritas hingga ratusan miliar. Sejauh ini, tim transisi bersama Pemkot Makassar sudah melakukan pertemuan-pertemuan untuk melakukan pemangkasan terhadap sejumlah kegiatan.
“Kita baru menghitung. Dari tim transisi sudah jalan. Mungkin difinalisasi dalam minggu ini sehingga akan menentukan berapa besaran angka yang bisa kita save dari situ. Kalau ini kemungkinan besar, kemarin dari draft, yang ini kurang lebih hampir sudah Rp300an (miliar) yang bisa kita efisiensikan. Iya, kurang lebih begitu,” kata Appi.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda mengatakan perintah efisiensi itu wajib untuk dilaksanakan. Menurutnya, efisiensi sebenarnya sudah dilakukan sejak awal tahun lalu.
Utamanya terkait efisiensi perjalanan dinas, alat tulis kantor (ATK), sewa ruangan atau tempat untuk kegiatan rapat atau pertemuan, serta hal lain yang dianggap tidak terlalu prioritas. “Khusus untuk perjalanan dinas, kita sudah melakukan pemangkasan sampai 50 persen,” ungkap lelaki yang akrab disapa Zul itu.
Ke depan, Pemkot Makassar akan banyak menggunakan fasilitas pemerintah untuk melaksanakan kegiatan. Event yang biasanya dilaksanakan di hotel akan dimaksimalkan di kantor pemerintahan.
“Pada dasarnya kita sudah lakukan itu saat penyusunan APBD Pokok 2025, tapi kita tetap tindak lanjuti (efisiensi). Kita akan buat postur APBD lebih efisien,” tuturnya.
Pemkot juga akan melakukan penyesuaian program usai pelantikan wali kota dan wakil wali kota terpilih. Akan dilakukan revisi rencana kerja pemeritahan daerah (RKPD) 2025.
“Sudah ada edaran perubahan RKPD, jadi setelah pelantikan kita akan melakukan penyesuaian program waki kota baru,” ujarnya.
Diketahui, nilai APBD Kota Makassar sebesar Rp5,7 triliun untuk belanja, dan Rp5,4 triliun pendapatan. Terdapat defisit Rp300 miliar pada APBD Pemkot Makassar. Defisit tersebut akan ditutupi melalui pembiayaan netto sebesar Rp300 miliar.
Investor Stadion
Resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin langsung bergerak cepat dengan fokus sejumlah program prioritas. Salah satunya adalah pembangunan stadion baru. Appi akan mengarahkan anggaran pada program strategis yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Ia memastikan bahwa proyek ini akan dijalankan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui investasi inovatif dari pihak ketiga. Pihaknya sudah mulai menjalin pembicaraan dengan beberapa investor.
Targetnya, dalam satu hingga dua hari ke depan akan memastikan terlebih dahulu aset milik Pemkot yang bisa digunakan untuk stadion. Jika berjalan lancar, minggu ini atau minggu depan, investor potensial akan datang ke Makassar. Untuk lokasi stadion, ia menyebutkan bahwa Pemkot sedang mengkaji lahan di Untia.
Terkait anggaran yang dibutuhkan, dia mengacu pada beberapa stadion di Thailand, yang dibangun dengan cepat dalam waktu satu tahun dengan kapasitas 30.000 penonton hanya dengan biaya sekitar Rp250 miliar.
“Kalau stadion dengan kapasitas 20.000-25.000 penonton, biasanya biayanya bisa mencapai Rp 400-500 miliar. Tapi kita akan mencari cara agar lebih efisien, yang penting stadion ini tetap berstandar internasional,” pungkasnya.
Dengan begitu pembangunan Makassar ke depan akan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (rhm)

