pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemprov Sulsel Subsidi Seaplane Rp17 Miliar

MAKASSAR, BKM — Tidak lama lagi Pemprov Sulsel merealisasikan angkutan seaplane. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengaku bahwa untuk jenis transportasi ini tak butuh biaya subsidi yang besar. Ia menyebut, subsidi pesawat yang bisa landas di air ini oleh Pemprov Sulsel hanya Rp17 miliar.

“Anggarannya sekitar Rp17 miliar. Subsidi tidak butuh banyak biaya, karena hanya untuk operasional. Namun tetap dibutuhkan, tempat pendaratan di pinggir laut,” ungkap Andi Sudirman usai menghadiri Musrenbang di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (9/5).

Andi Sudirman menyebut, lokasi yang menjadi pusat pendaratan seaplane di Sulsel telah ditetapkan di Centerpoint of Indonesia (CPI), Makassar.

”Salah satunya di Makassar di CPI, lokasi yang sudah dicocokkan,” ujarnya.

Andi Sudirman melanjutkan, pesawat amfibi ini segera hadir di Sulsel. Pihaknya mencari seaplane yang bisa menampung 18 penumpang.

“Pesawatnya akan datang, sudah dijanjikan oleh Dinas Perhubungan. Kita sedang mencari pesawat yang kapasitasnya sekitar 20 penumpang. Idealnya, 22 penumpang tapi karena regulasi hanya boleh terisi 70-80 persen,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Capt. Daniel Dewantoro Rumani mengatakan, ongkos seaplane tak terlalu mahal.

Kendati murah, kecepatannya pun tidak diragukan. Keunggulan lainnya mampu landas di air dan bandara konvensional. Transportasi baru ini mampu menjadikan Sulsel bisa terkoneksi sebagaimana program gubernur.

“Murah dan cepat, tidak seperti bandara konvensional yang harus ada DED-nya bertahun-tahun. Biayanya juga tidak murah. Ini (bandara seaplane) biayanya murah, dan juga meningkatkan konektivitas di masyarakat,” kata Capt. Daniel di Makassar beberapa waktu lalu.
Ada dua jenis seaplane yang akan beroperasi di Sulsel, yakni jenis 208 Caravan dan juga Twin Otter. Keduanya memiliki jumlah penumpang yang berbeda dan tenaga yang berbeda pula.

Jenis 208 Caravan hanya menampung delapan penumpang, sementara Twin Otter bisa mengangkut hingga 15 penumpang.

Kedua jenis pesawat ini nantinya akan dijalankan oleh penerbang dari Direktur Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Daniel Dewantoro Rumani menerangkan, jenis pesawat Caravan dan Twin Otter cocok beroperasi di Sulsel. Dua pesawat ini bisa landas di air dan juga bandara konvensional.

“Jadi ini pesawat amfibi yang bisa landas di air dan juga di bandara konvensional. Ini merupakan suatu terobosan yang luar biasa, apalagi Indonesia adalah negara kepulauan,” katanya.

SDM yang digunakan, kata Capt. Daniel, tentu orang yang profesional yang menguasai bidang tersebut. Ia mengaku sudah menyiapkan hal itu dengan baik.

“Sudah disiapkan SDM kita. Mereka dididik di Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi, penerbang di Indonesia sekitar 1.900. Kalau ini terbentuk penerbang kita akan terserap di industri ini. Kami akan menambahkan kelas rating,” jelasnya.

Sementara untuk jarak tempuh dua jenis pesawat ini lanjut Capt. Daniel, bisa terbang sampai 4 jam, namun efektifnya terbang dalam waktu satu jam dengan singgah di bandara perairan.

“Efektifnya satu jam terbang, dia punya (kekuatan) sampai empat jam, tetapi efektif ke pulau-pulau misalnya dari CPI ke Palopo bisa tempuh sejam, kemudian ke Bone dan Selayar kurang dari sejam, itu bagus,” tutupnya.

(jun)



×


Pemprov Sulsel Subsidi Seaplane Rp17 Miliar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link