INNALILLAHI wainna ilaihi rojiun. Duka menyelimuti warga Sulawesi Selatan. Seorang tokoh nasional yang merupakan putra daerah, Komjen Pol (Purn) Jusuf Manggabarani berpulang ke rahmatullah.
”TELAH wafat Bapak Jenderal Polisi Jusuf Manggabarani hari ini Selasa 20 Mei 2025 di RS Wahidin Makassar,” tulis pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp di Makassar.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) 2010-2011 itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) Dr. Wahidin Sudirohusodo pada pukul 12.00 Wita, kemarin. Ucapan duka mendalam datang dari keluarga, kerabat serta sahabat.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya mertua Erwin Aksa itu. “Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ucap Appi, sapaan akrabnya.
Bagi Appi, Jusuf Manggabarani adalah penegak hukum yang sangat berintegritas, punya kemampuan dan keberanian menegakkan keadilan.
“Tentu kita kehilangan salah satu putra terbaik yang dimiliki Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia. Seorang penegak hukum yang sangat berintegritas, seakan tidak ada cela dalam proses beliau memperjuangkan keadilan,” ucap Appi.
Dia melanjutkan, semua dedikasi dan jasa almarhum akan dikenang sepanjang waktu. Soal penegakan hukum, kata Appi, almarhum sosok yang luar biasa. Tak hanya dikenal sebagai pemimpin yang tegas, namun sangat memperhatikan kesejahteraan hingga kebahagiaan para anak buahnya.
Jusuf Manggabarani juga dikenang sebagai sosok ayah yang penuh kasih sayang. Diharapkan akan lahir Jusuf Manggabarani muda dari Makassar atau Sulsel yang bisa melanjutkan rekam jejak almarhum.
“Insyaallah dedikasi beliau akan selalu dikenang. Kita berharap akan lahir Jusuf Manggabarani muda dari Makassar atau Sulawesi Selatan,” tambah Munafri, mendoakan almarhum.
Ia juga mengenang pertemuannya dengan almarhum saat dirinya masih muda, khususnya dalam momentum bersejarah Perjanjian Malino yang terkait konflik di Ambon. “Benar-benar beliau memperlihatkan integritas, bagaimana menjaga kedamaian agar semua berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam setiap kontestasi politik yang dijalaninya, dirinya selalu meminta restu, doa, dan wejangan. “Setiap konstestasi, saya selalu meminta restu ke beliau, doa dan wejangan karena beliau sosok panutan yang luar biasa,” kenang Appi.
Saat dihubungi, Appi sedang menjalankan tugas di Jakarta. Rencananya, ia akan kembali ke Makassar untuk melayat ke rumah duka.
Teladan dan Kebanggan Sulsel
Ketua DPR Sulsel Andi Rachmatika Dewi menyebut almarhum sosok Puang Ocha –sapaan akrab Jusuf Manggabarani– merupakan teladan dan tokoh di Sulsel. “Beliau merupakan sosok teladan dan tokoh di Sulsel. Orang tua kita dan kebanggaan orang Sulsel,” ujar legislator yang biasa disapa Cicu itu, Selasa (20/5)
Menurut Cicu, sosok Jusuf MB berdedikasi dan berintegritas tinggi. “Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh amal ibadahnya diterima,” ucapnya.
Politisi Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina juga memberikan kesan terhadap almarhum mantan Kapolda Sulsel itu. “Alfatihah, beliau orang baik. Salah satu polisi terbaik di negeri ini yang akan selalu dikenang korps kepolisian,” ujarnya.
Selain Rahman Pina, legislator Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Mahmud juga menyampaikan kesannya. “Beliau adalah pribadi yang baik tegas dan almarhum sangat berwibawa,” tulis Yasir.
Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif juga memuji almarhum. “Beliau orang yang sangat baik. Saya banyak berinteraksi saat beliau Wakapolri,” ujarnya.
Hal sama disampaikan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fauzi Andi Wawo. “Beliau adalah perwira polisi kebanggaan Sulsel. Sepak terjangnya selama menjadi perwira polisi sangat membanggakan. Beliau benar-benar tipikal orang Bugis Makassar sejati, tegas, berani dan tidak suka neko-neko. Saya bangga dan hormat dengan beliau. Beliau orang baik. Insyaaallah husnul khatimah. Selamat jalan jenderal,” tulis Fauzi Andi Wawo.
Jusuf MB memiliki rekam jejak yang panjang pada institusi kepolisian. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya. Ayah dari AKBP Edy Sabhara Manggabarani yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Pinrang itu, pernah menjabat sebagai Kapolda Sulsel, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam), serta Kepala Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Almarhum lahir di Gowa, 11 Februari 1953. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) yang dahulu disebut Akabri pada tahun 1975.
Kariernya di Polri terus menanjak pesat hingga mencapai pangkat komisaris jenderal (Komjen) atau bintang tiga. Selama bertugas, Jusuf MB dikenal sebagai sosok yang tegas dan berani, terutama dalam menghadapi tindak kriminal.
Kisah heroiknya yang paling dikenal adalah ketika dirinya berhasil menghadapi preman kampung di Palopo, Sulawesi Selatan, yang membuatnya dijuluki perwira kebal senjata oleh masyarakat luas dan dikenang hingga kini
Selain itu, ia juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan sering melayani media yang ingin mendapatkan pernyataan maupun konfirmasi darinya. Ia memasuki masa pensiun pada tahun 2011.
Dimakamkan di Cikeas
Anggota Fraksi Golkar DPR RI Erwin Aksa yang juga menantu Jusuf MB, mengonfirmasi bahwa almarhum akan dimakamkan di Cikeas Bogor. “Almahum akan dikebumikan di Cikeas Bogor,” ujarnya, kemarin.
Jusuf Manggabarani lahir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 11 Februari 1953. Orang tuanya bernama Andi Manggabarani dengan Andi Mani Intan.
Jusuf Manggabarani merupakan lulusan Akabri tahun 1975 dan merupakan sosok yang tegas dalam menjalankan tugas. “Almarhum sosok yang tegas,” kata Erwin Aksa.
Informasi yang diterima koran ini, pada Selasa petang kemarin jenazah almarhum Puang Ocha diberangkatkan dari Makassar menuju Jakarta menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT6293 pukul 18.00 WIB. Estimasi waktu kedatangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 20.20 WIB.
Setibanya di Jakarta, jenazah almarhum akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang beralamat di Jalan Kartika Jaya VI No.8, Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan pada hari Rabu (21/5) di Taman Makam Kehormatan Polri Cikeas yang beralamat Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebelum salat dhuhur. (rhm-rif-yus)

