pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berawal dari Staf Biasa, Andi Zulkifly Kini Jadi Sekkot

MAKASSAR, BKM — Mulai hari ini, Rabu (28/5), Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memiliki sekkot definitif. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dijadwalkan melantik Andi Zulkifly untuk menduduki posisi tersebut.
Kepala Bagian Protokol Pemkot Makassar Muh Zuhur Dg Ranca menerangkan, proses pelantikan dan pengambilan sumpah akan dilaksanakan di Aula Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar pukul 09.00 Wita.

“Jadi, besok (hari ini), pelantikan akan dilaksanakan di Ruang Pola Sipakatau sekitar jam 09.00 Wita. Beliau akan dilantik oleh Bapak Wali Kota,” ungkap Zuhur saat dihubungi, kemarin.
Selain mengundang seluruh kepala OPD lingkup Pemkot Makassar, pelantikan juga akan dihadiri Forkopimda dan keluarga Andi Zulkifly. Pelantikan Zul, sapaan akrabnya, sebagai Sekkot Makassar memang sudah beredar di lingkup Pemkot dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri RI menyetujui pengangkatan dan pelantikan Kepala Bappeda Makassar itu sebagai sekkot. Persetujuan tersebut tertuang dalam surat bernomor 100.2.2.6/2714/SJ yang ditandatangani langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 21 Mei 2025.
Andi Zulkifly lahir di Makassar 30 Juni 1980. Dia merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sebelum menjabat sebagai sekkot, Zul pernah dipercaya menduduki beberapa jabatan. Diantaranya Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar.

Zul mengawali karir di birokrasi sebagai staf biasa sebelum menjadi pejabat eselon IV di tahun 2005 sebagai Kasubag Keuangan dan Perlengkapan Satuan Polisi Pamong Praja (2005).
Suami legislator DPRD Sulsel Fatma Wahyuddin ini selanjutnya menjadi lurah di sebuah pulau kecil, Kelurahan Lakkang. Dua tahun mengabdikan diri di Pulau Lakkang, Zul kembali ke kota menjadi Lurah Panaikang.
Dari tahun ke tahun, posisi Zulkifly di pemerintahan semakin progresif. Menjadi sekretaris camat kemudian dilantik menjadi Camat Ujung Pandang. Setelah menjadi camat, Zulkifly mengemban amanah sebagai sekretaris di Dinas Pertanahan pada 2020, lalu dimutasi ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) pada 2021.

Zulkifly kemudian dipromosi menjadi Kepala Dinas PM PTSP pada periode kedua Danny Pomanto. Terakhir, Zulkifly dimutasi hingga menjabat kepala Bappeda sampai dirinya dilantik sebagai Sekkot Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membenarkan pelantikan Andi Zulkifly sebagai Sekkot.

Dia mengatakan semua proses administrasi sudah selesai. Persetujuan juga sudah diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur Sulsel.
“Semua dokumen dan administrasi sudah rampung. Jadi tidak perlu ditunda-tunda. Kita mau langsung bekerja. Apalagi APBD Perubahan sudah mau berproses,” ungkap lelaki yang akrab disapa Appi.
Dia melanjutkan, usai melantik sekkot, rencana selanjutnya adalah menyusun nama-nama pejabat untuk proses mutasi /rotasi. Apalagi, job fit pejabat eselon II juga sudah ada dari timsel. Hasil job fit itu menjadi acuan dalam menempatkan pejabat di posisi-posisi yang tepat.
“Kita akan menempatkan pejabat sesuai keahlian masing-masing. The right man on the right place,” tandas Appi. (rhm)



×


Berawal dari Staf Biasa, Andi Zulkifly Kini Jadi Sekkot

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link