pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kembangkan Phronima Suppa untuk Pakan Udang Windu

TOTALITAS dan pengabdian terhadap profesi selalu berbuah manis. Bukan sebatas bagi diri sendiri, juga bagi orang banyak. Ketika hidup memberi manfaat bagi orang lain, disitulah makna hidup itu sendiri.

Laporan: Rahmawati Amri

BEGTIULAH Prof Dr Ir Muh Hattah Fattah,MS dalam melakoni profesinya. Sebagai akademisi dan juga peneliti, lelaki bersahaja ini sudah menelurkan sejumlah penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satunya adalah meneliti dan mengembangkan pakan ternak yang berasal dari organisme endemik di daerah Suppa, Pinrang bernama Phronima Suppa.
Ikhwal sehingga Phronima Suppa ini menjadi salah satu pakan udang sekitar tahun 2005. Waktu itu, ada sejumlah persoalan yang dihadapi petani tambak udang windu di daerah ini, termasuk di Kabupaten Pinrang.
Salah satunya terkait pakan udang yang harganya cukup mahal karena harus impor. Akibatnya, biaya produksi petani cukup tinggi.
Tanpa sengaja, seorang petambak udang menemukan organisme endemik di tambaknya. Ternyata, udang yang ada di tambak tersebut lebih baik pertumbuhannya dibanding tambak-tambak lain. Ternyata, setelah diteliti, di sana berkembang organisme Phromina Suppa.
“Disitulah berawal penelitian saya,” ungkap Prof Hattah dalam bincang-bincang dengan BKM, Kamis (14/7).
Masyarakat disana waktu itu menyebut Phronima Suppa sebagai berkah atau were. Diapun secara khusus mendalami penelitian terhadap organisme dengan panjang sekitar 5 mm itu.
Penelitian pun dilakukan lebih intensif hingga cara mengembangkan lebih besar menjadi pakan ternak utama bagi komoditi udang, khususnya udang windu.
Seperti diketahui, sejak 1988, produksi udang windu kolaps karena persoalan pakan dan sebagainya. Namun, sejak ditemukan Phronima Suppa, kembali mulai melirik budi daya udang windu.
Ternyata, Phronima Suppa punya banyak keunggulan dibanding pakan udang yang diimpor. Diantaranya, harganya bisa lebih murah karena berasal dari daerah setempat. Organisme itu juga lebih resisten terhadap perubahan cuaca dan penyakit.
“Jika menggunakan Phronima Suppa sebagai pakan, harganya hanya sekitar Rp20 ribu per kilogram. Sementara pakan impor harganya Rp35 ribu per kilogram. Sehingga biaya produksi bisa ditekan,” ungkapnya.
Selain itu, kualitas hasil panen udang yang menggunakan pakan Phronima Suppa kualitasnya lebih baik. Pakan tersebut alami, tidak mengandung bahan kimia. Temuan itu terus dikembangkan agar bisa digunakan di seluruh Indonesia.
Saat ini, temuannya sementara dalam proses pengurusan hak paten agar tidak diklaim oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan keuntungan dari sana. (*/rus)



×


Kembangkan Phronima Suppa untuk Pakan Udang Windu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar