pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kisah Tiga Finalis Duta Remaja Sulsel 2025

Tak Hanya Cerdas, Tapi Juga Peduli

TIGA finalis Duta Remaja Sulawesi Selatan 2025 hadir di studio siniar Berita Kota Makassar. Kehadiran mereka tidak hanya membagikan kebanggaan atas pencapaian masing-masing, namun juga menyalakan semangat remaja Sulsel lewat kisah perjuangan, advokasi, dan harapan mereka ke depan.

KETIGA finalis itu mading-masing Nurfadhilla Darwis, A. Azzaza Amnan Afifah, dan Husnul Khatimah. Mereka mewakili generasi muda yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga aktif, peduli, dan membawa visi perubahan sosial dalam kapasitasnya sebagai duta remaja.

Ajang Duta Remaja Sulsel 2025 sendiri diikuti oleh total 61 peserta, terdiri atas 48 perempuan dan 13 laki-laki dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Ajang ini menjadi wadah untuk menyeleksi remaja-remaja terbaik yang mampu membawa isu-isu penting ke tengah masyarakat, khususnya yang menyangkut generasi muda.

Sosok pertama adalah Nurfadhilla Darwis, yang akrab disapa Dillah. Ia merupakan mahasiswi semester enam Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSI). Dalam ajang ini, Dillah berhasil meraih gelar First Runner-up Duta Remaja Sulsel 2025, sebuah pencapaian membanggakan yang sekaligus menjadi amanah besar baginya.

“Soal perasaan pasti tentunya sangat bangga. Tetapi di balik itu kan ada tanggung jawab yang lumayan besar juga, karena ini tingkatan provinsi dan tentunya kan juga membawa nama baik kabupaten, kampus, dan orang tua. Jadi ini merupakan tanggung jawab,” ungkap Dillah.

Dillah bukan sosok asing dalam dunia pageant dan advokasi. Sebelumnya, ia telah mencicipi panggung serupa sebagai Second Runner-up Duta Wisata dan Duta Lingkungan. Namun, perjalanan ke ajang Duta Remaja Sulsel memiliki motivasi yang berbeda baginya.

“Alasan saya mengikuti ajang Duta Remaja Sulsel ini karena sebelumnya saya gagal di Duta Pariwisata karena tidak mendapatkan juara. Nah, dari situlah saya terpantik untuk mengikuti ajang ini agar bisa ke nasional,” tuturnya penuh semangat.

Finalis kedua adalah A. Azzaza Amnan Afifah, mahasiswa semester dua jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI). Dikenal dengan sapaan Caca, keikutsertaannya dalam Duta Remaja Sulsel merupakan pengalaman pertamanya di dunia pageant.

“Tentu sangat bangga yah karena bisa dilihat banyak orang, terutama orang tua dan keluarga. Karena untuk sampai di posisi ini menurut saya tentu tidaklah mudah. Apalagi ini adalah merupakan ajang pertama saya,” ujar Caca dengan penuh rasa syukur.

Di balik partisipasinya, Caca membawa semangat besar untuk menjadi agen perubahan (agent of change) bagi para remaja. Ia juga memperkenalkan program advokasi lingkungan yang telah dirancangnya.

“Saya mengikuti ajang ini lantaran ingin menjadi agent of change untuk remaja, karena kebetulan saya juga memiliki advokasi yaitu Satu Bumi Satu Aksi. Makanya, saya ingin menerapkan hal tersebut di Duta Remaja,” jelasnya.

Program advokasi tersebut menitikberatkan pada kepedulian terhadap lingkungan hidup, sebuah tema yang menurutnya sangat berkaitan erat dengan kondisi remaja saat ini.

“Advokasi saya ini memiliki program unggul. Di sini saya akan mengajak para remaja untuk menanam pohon. Intinya di advokasi saya ini peduli terhadap lingkungan, karena menurut saya, isu remaja itu berasal dari lingkungan,” tambahnya.

Finalis ketiga yang turut hadir adalah Husnul Khatimah, pelajar aktif dari SMA Negeri 5 Gowa. Meski usianya lebih muda dari dua finalis lainnya, pengalaman dan visinya tak kalah kuat. Husnul sebelumnya sudah pernah tampil sebagai Duta Remaja Kabupaten Gowa, menjadikan ajang provinsi ini sebagai langkah keduanya.

“Sebenarnya senang, tapi ada juga sedihnya. Sedihnya itu karena sudah tidak bertemu dengan teman-teman finalis yang lain,” ucap Husnul, mengenang momen kebersamaan selama karantina dan kompetisi.

Husnul mengaku bahwa keputusannya untuk mengikuti ajang ini diawali dari rasa ketertarikan yang kuat terhadap platform dan jaringan alumni yang dimiliki Duta Remaja Sulsel.

“Ini merupakan ajang kedua saya, karena sebelumnya saya sebagai Duta Remaja Kabupaten Gowa,” ujarnya.

“Sebelum saya ikut ajang-ajang pageant itu, kan saya lihat dulu platformnya. Nah, di situ saya lihat itu keren-keren, alumninya juga begitu. Jadi akhirnya saya putuskan untuk mendaftar. Apalagi saya kan sebelumnya di Duta Remaja Kabupaten Gowa,” jelasnya.

Kehadiran tiga finalis ini di studio BKM News menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Sulawesi Selatan memiliki potensi luar biasa untuk berkiprah di tingkat lokal hingga nasional. Mereka tidak hanya membagikan pengalaman, inspirasi, dan semangat juang yang tak hanya mengharukan, tetapi juga menyulut motivasi baru bagi remaja lainnya.

Ajang Duta Remaja Sulsel tidak hanya berhenti pada gelar atau selempang semata, tetapi menjadi ruang aktualisasi gagasan, advokasi, dan aksi nyata untuk perubahan positif di masyarakat.

Dengan tekad, semangat, dan kerja keras, Dillah, Caca, dan Husnul kini menjadi representasi remaja Sulsel yang berani bermimpi besar dan siap membawa perubahan. (jar)



×


Kisah Tiga Finalis Duta Remaja Sulsel 2025

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link