GOWA, BKM–Politisi Partai Golkar Sulsel selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Sulawesi Selatan DR Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem musik yang sehat dan berdaya saing tinggi serta komitmen DPD PAPPRI Sulsel untuk terus menjadi garda terdepan dalam perjuangan hak-hak musisi dan pelestarian budaya.
“Kami ingin PAPPRI tidak hanya hadir sebagai simbol, tapi sebagai kekuatan nyata yang memperjuangkan kepentingan para seniman dalam pembangunan bangsa,” harap IAS.
IAS selaku Ketua PAPPRI Sulsel mengapresiasi atas kepemimpinan Husniah Talenrang. IAS mengaku yakin di tangan Husniah, PAPPRI Gowa akan berkembang lebih cepat.
Menurut mantan Wali Kota Makassar dua periode ini, Husniah sebagai bupati perempuan pertama Gowa ini, bukan hanya seorang pemimpin birokrat saat ini, tapi pemimpin yang memiliki kepedulian dan komitmen terhadap pelestarian seni dan budaya.
“Ibu Husniah mencintai dunia seni dengan sepenuh hati. Karena itu kami yakin di bawah kepemimpinan beliau, PAPPRI Gowa akan tumbuh menjadi wadah yang hidup, inklusif, dan progresif bagi para pelaku seni,”yakin IAS.
IAS mengatakan, sejak dibentuk pada Maret 2023, DPD PAPPRI Sulsel telah mengukuhkan tujuh DPC di kabupaten kota seperti Bantaeng, Tana Toraja, Sidrap, Toraja Utara, Enrekang, Wajo dan Gowa.
Sebelumnya, IAS menunjuk politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Bupati Gowa Husniah Talenrang sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAPPRI Kabupaten Gowa di Hotel Celebes Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Sabtu (28/6).
Husnia juga optimis mampu mengembangkan PAPPRI di Kabupaten Gowa. “Saya ingin PAPPRI Gowa menjadi rumah besar bagi semua pelaku seni. Sebuah ruang tumbuhnya kreativitas, dialog lintas generasi, dan penguatan identitas budaya bagi masyarakat,”ujar Husniah.
Menurut Husniah, PAPPRI dipercayakan ditangannya, karena berkomitmen untuk menjadikan organisasi seniman ini sebagai ruang kolaboratif, pemberdayaan dan regenerasi seniman lokal. (sar/rif)

