BULUKUMBA, BKM — Aparat kepolisian melalui tim penjinak bom (jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel memusnahkan ratusan detonator pabrikan buatan India di Kelurahan Tanah Beru, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Kamis (3/7).
Ratusan detonator itu ditemukan di lokasi ledakan bom ikan rakitan yang terjadi di Dusun Ta’lohea, Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Bulukumba pada Selasa malam (1/3).
Pemusnahan atau disposal dilakukan dengan metode peledakan dan pembakaran oleh personel Jibom Gegana.
Selain detonator, ada tiga rol sumbu api dengan total panjang sekitar 3.000 meter, serta sejumlah bahan peledak rakitan lainnya, juga dimusnahkan dengan cara dibakar. Langkah ini dilakukan sesuai SOP penanganan bahan peledak untuk memastikan semua barang bukti tidak dapat digunakan kembali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebelum proses disposal dilakukan, seluruh barang bukti telah terlebih dahulu diambil sampelnya oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel untuk keperluan penyelidikan lanjutan. Termasuk dua unit HP milik korban yang ditemukan dalam kondisi rusak. Gawai ini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, menyampaikan bahwa langkah cepat dan tegas yang diambil ini merupakan bagian dari komitmen Kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama seluruh tim, baik dari Jibom Gegana, Labfor, maupun jajaran Polres dan Polsek Kajang yang sejak awal telah bekerja maksimal menangani kasus ini,” katanya.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan, merakit, atau menggunakan bahan peledak secara ilegal. Sebab, selain melanggar hukum, hal tersebut juga sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Pemusnahan ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa kepolisian tidak akan mentolerir penyalahgunaan bahan peledak dalam bentuk apa pun,” ujar Restu Wijayanto.
Peristiwa ledakan dahsyat di Kajang menewaskan seorang ibu-ibu bernama Jasma alias Jaso (43). Ledakan terjadi di dalam rumahnya. Hingga kini polisi terus melakukan pendalaman. Termasuk akan menelusuri jejak komunikasi korban. (ful)

