pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

3.105 Jiwa Terdampak, 11 Ekor Sapi Hanyut

BULUKUMBA, BKM — Hujan deras mengguyur Kabupaten Bulukumba, Sulsel, sejak Jumat hingga Sabtu (4/7-5/7), mengakibatkan beberapa wilayah diterjang banjir dan tanah longsor. Akibatnya, sebanyak 3.105 jiwa terdampak dan sebelas ekor sapi hanyut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba Andi Hasbullah, menyatakan sejauh ini pihaknya terus melakukan asesmen di lapangan. Semua elemen menyatu untuk penanganan secara serius.

“Untuk ternak, ada sebeles ekor sapi yang hanyut di Sungai Ujung Loe. Sementara kami melakukan asesmen lagi,” ungkap Andi Hasbullah, Minggu (6/7).

Andi Hasbullah yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Bulukumba menyebut, air sudah mulai surut pada hari Minggu kemarin. Personel Damkar turun langsung membantu warga membersihkan rumahnya.

“Sebagian dari warga yang rumahnya rusak untuk sementara mengungsi di keluarga terdekat. Untuk posko komando, kami di BPBD. Sedangkan dapur umum dari Dinas Sosial. Ini di Kelurahan Bintarore,” jelas Andi Hasbullah.

Dari data yang dihimpun, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Ujung Bulu, Kindang, Gantarang, Rilau Ale dan Ujung Loe.
Di kecamatan Ujung Bulu, ratusan rumah terendam banjir. Rinciannya Kelurahan Bintarore 25 rumah terendam di Kampung Timur Leste Lingkungan Batupi, 100 rumah terendam di Lingkungan Batuppi Luar, serta tanggul muara roboh 150 meter di Jalan Menara.

Kemudian untuk Kelurahan Tanah Kongkong, 25 rumah terendam di Jalan Sungai Teko, 20 rumah terendam banjir di Jalan Abd Azis Lingkungan Kasuara, serta tanggul roboh 30 meter di Jalan Sungai Teko.
Untuk Kelurahan Kasimpureng, ada 163 unit rumah terendam banjir.

Di Kecamatan Kindang, terdapat satu titik longsor menutupi badan jalan di Desa Kindang. Kemudian Kelurahan Borong Rappoa, terjadi tanah longsor menutupi badan jalan di Lingkungan Benteng Senggang. Tanah longsor menutupi badan jalan di Lingkungan Borongrappoa, serta satu jembatan rusak penghubung Kelurahan Borong Rappoa dan Desa Garuntungan. Untuk Desa Kahayya, ada empat titik longsor menutupi badan jalan.

Di Kecamatan Gantarang, satu jembatan Bungeng rusak di Desa Bialo, satu jembatan rusak penghubung Desa Benteng Gantarang dan Desa Bontoraja, di Desa Benteng Gantarang.
Untuk Kecamatan Rilau Ale, ada aspal jembatan yang retak di jalan poros Tanete-Sinjai, Kelurahan Palampang.

Selanjutnya Kecamatan Ujung Loe, ada jalan dan rumah warga terendam di Desa Balong. Untuk Kelurahan Dannuang, ada 167 rumah terendam di Lingkungan Batuloe, 14 rumah terendam di Lingkungan Appasarenge, dan delapan rumah terendam di Lingkungan Paranyelling. Selain itu, ada 80 unit rumah terendam banjir di Desa Salemba.

Kepala Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad, melaporkan bahwa salah satu lokasi yang terdampak adalah lingkungan Batuppi, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujungbulu. Di wilayah ini, ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa dan telah memasuki rumah-rumah warga.

Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menginstruksikan status siaga satu dan memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk segera bergerak cepat.

“Laksanakan secara maksimal apa yang harus dilakukan untuk evakuasi semua warga dekat bantaran sungai,” tegas Bupati Andi Muchtar dalam arahannya.

Petugas gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, dan Polri langsung bergerak untuk mengevakuasi warga dan menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah.

Rumah tersebut telah dievakuasi, dan pihak Tagana juga telah membangun tenda darurat untuk pengungsian, termasuk penyediaan dapur umum untuk kebutuhan konsumsi para pengungsi.

Kapolres Salurkan Bantuan

Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto meninjau langsung lokasi banjir yang terjadi di Lingkungan Batuppi, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Sabtu (5/7). Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polres Bulukumba terhadap musibah banjir yang melanda wilayah tersebut, akibat hujan dengan intesitas tinggi selama beberapa hari terakhir.

Dalam kunjungannya, Kapolres turut didampingi Wakapolres Kompol Syafaruddin dan personel Polsek Ujung Bulu. Tampak personel kepolisian bersama warga serta instansi terkait bahu-membahu membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir. Termasuk melakukan pengaturan arus lalulintas di jalan yang terdapat arus dan genangan air.

Selain meninjau kondisi rumah-rumah warga yang terendam air, Kapolres AKBP Restu Wijayanto juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan keluhan, serta mengetahui kebutuhan mendesak yang diperlukan dalam penanganan darurat.

“Kami hadir untuk memastikan langsung situasi di lapangan sekaligus memberikan dukungan kepada warga yang terdampak. Kami juga telah berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait guna mengambil langkah-langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.

Mantan Kapolres Pelabuhan Makassar ini menginstruksikan seluruh personel Bhabinkamtibmas di wilayah terdampak untuk aktif memantau kondisi warga, membantu proses evakuasi jika dibutuhkan, dan memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Polres Bulukumba, kata AKBP Restu, berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana. Dukungan dan kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

“Bantu masyarakat kita. Jangan biarkan mereka menghadapi bencana ini sendiri,” tegas AKBP Restu Wijayanto.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir, Polres Bulukumba menyalurkan bantuan berupa dua karung beras seberat total 100 kg di Lingkungan Batuppi, Kelurahan Bintarore.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakapolres Kompol Syafaruddin didampingi Wakapolsek Ujung Bulu Ipda Nuryanto Nur, kepada warga melalui posko tanggap darurat yang telah didirikan di lokasi bencana, Sabtu malam (5/7).

Beras bantuan ini selanjutnya dimasak di dapur umum yang dibangun oleh Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) Pemkab Bulukumba untuk memenuhi kebutuhan makan para korban banjir dan relawan di lokasi terdampak.

“Bantuan ini merupakan wujud kehadiran dan kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar Kompol Syafaruddin. (ful)



×


3.105 Jiwa Terdampak, 11 Ekor Sapi Hanyut

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link