GOWA, BKM — Sedikitnya 60-an tim unjuk warna warni kostum serta gaya di Fashion Carnaval Beautiful Malino (BM). Karnaval dilaksanakan pada Sabtu (12/7), atau tepatnya di hari keempat event pariwisata tahunan Gowa ini.
Mengangkat tema Colours of Culture atau Warna Warni Budaya, para peserta yang berjumlah kurang lebih seribuan orang ini melanggang gemulai dan gagah di jalan dengan panjang rute 2 kilometer. Para peserta berjalan mengenakan berbagai kostum menarik yang didominasi baju adat, baik Makassar dan Gowa maupun suku lainnya di Sulsel.
Fashion carnaval melintasi rute Jalan Sultan Hasanuddin ke Jalan Endang di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong mulai pukul 10.00 Wita dan berakhir pada pukul 15.00 Wita. Peserta pembuka adalah tim Polres Gowa dan peserta paling akhir adalah Kodim 1409 Gowa.
Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin yang menyambut kedatangan peserta karnaval di Jalan Endang (garis finish) mengatakan Fashion Carnaval ini menjadi salah satu tren fashion budaya dalam event Beautiful Malino ini.
Kostum yang dikenakan para peserta dominan budaya lokal Gowa. Segala ornamennya pun lokalan. Suasana indah terpancar dari warna warni kostum yang dikenakan masing-masing peserta. Bahkan ada pula peserta yang mengkombinasikan busana adat dengan kostum daur ulang yang dikreasi menjadi kostum indah.
Bupati Gowa berharap Fashion Carnaval yang digelar menjadi ornamen event Beautiful Malino yang bagus, sebab konsep budaya telah tercermin. Hal itu sesuai pula dengan kriteria KEN (Kharisma Event Nusantara).
“Fashion Carnaval yang diikuti seluruh SKPD, pemerintah kecamatan dan beberapa institusi non pemerintah berjalan dengan baik dan semarak. Semoga event tahun depan bisa lebih meningkat lagi khususnya dengan konsep yang beda lagi tapi tetap kental dengan budaya. Kita berharap unsur budaya yang kita angkat tahun ini membawa Beautiful Malino kembali masuk dalam kalender pariwisata nusantara atau KEN,” kata Husniah.
Salah satu peserta dari Kecamatan Bontomarannu, Sri Wisar Sumarni yng mengenakan busana perpaduan adat Gowa dan Tana Toraja mengaku sangat suka ikut karnaval Beautiful Malino.
“Secara pribadi saya suka dan semoga tahun depan Beautiful Malino tetap dilaksanakan. Sisi lain dari event ini, saya dan teman-teman penyuluh KB bisa ketemu saling silaturahmi. Senang rasanya, ” kata Sri Wisar Sumarni.
Suasana Fashion Carnaval berlangsung meriah. Apalagi menampilkan puluhan maskot dengan busana yang indah dan cantik. Maskot-maskot ini menjadi penyemangat tim dan menjadi ikon Fashion Carnaval. Mascot ganteng dan mascot cantik adu gaya demi menarik tepukan penonton yang menyaksikan karnaval budaya ini.
Camat Tinggimoncong Andi Aso Manuntungi Ambarala mengatakan Malino memang sudah lama dikenal orang. Tapi dengan adanya event Beautiful Malino ini gaungnya lebih luas. “Alhamdulillah. Sudah tentu ekonomi masyarakat Tinggimoncong lebih meningkat. Apalagi event ini selama lima hari,” kata Andi Aso. (sar)

