MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar berencana menambah satu pasang pakaian seragam gratis untuk peserta didik baru di tahun ajaran 2025/2026 mendatang, yakni baju olah raga.
Kabar baik itu disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat membagikan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru di beberapa sekolah.
“Tahun depan, peserta didik baru tidak hanya mendapat dua pasang seragam sekolah, tapi akan ditambah dengan pakaian olah raga,” ungkap Wali Kota saat menyerahkan seragam sekolah gratis secara simbolis di SMPN 45 dan SMPN 3 Makassar, Senin (21/7).
Lelaki yang akrab disapa Appi itu mengatakan, pembagian seragam sekolah gratis ini setiap tahunnya akan terus ditingkatkan sesuai kemampuan fiskal Pemerintah Kota Makassar.
Tahun ini, ungkap mantan CEO PSM Makassar ini, peserta didik baru hanya mendapat dua pasang seragam putih merah untuk SD, dan dua pasang seragam putih biru untuk SMP.
Sementara untuk mata pelajaran (mapel) praktik olah raga, kata Appi, peserta didik dibebaskan untuk menggunakan pakaian olah raga sesuai kemampuan masing-masing tanpa membebani orang tua murid.
“Sudah diputuskan, setiap hari
Senin sampai Kamis pakai baju seragam. hari Jumat bebas pakai pakaian olah raga dan bisa menggunakan pakaian bebas. Program ini bukan sekadar membagikan pakaian, tapi upaya nyata meringankan beban ekonomi orang tua siswa serta mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kota Makassar,” tegas Munafri.
Dengan hadirnya program seragam sekolah gratis, Munafri menyampaikan larangan tegas terhadap praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah, baik oleh pihak internal maupun eksternal.
“Sekolah bukan tempat bisnis. Saya tidak ingin mendengar ada transaksi jual-beli yang membebani orang tua siswa, baik dari oknum di dalam maupun luar sekolah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga meminta Dinas Pendidikan membuka layanan aduan bagi orang tua, serta memastikan pengawasan ketat terhadap praktik yang membebani siswa.
“Kepada Dinas Pendidikan, saya minta untuk segera membuka layanan pengaduan bagi orang tua siswa jika menemukan pelanggaran dalam proses pembelajaran maupun pungutan liar yang tidak sah,” tegasnya.
Program seragam gratis tidak hanya bertujuan memberikan seragam, tetapi juga menciptakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan bebas beban biaya tambahan.
“Kami tidak ingin ada lagi pembebanan biaya tambahan kepada orang tua siswa. Tidak boleh ada jual beli di sekolah. Pendidikan ini bukan komoditas, tapi hak dasar yang harus dijamin oleh negara,” jelasnya.
Salah satu orang tua murid bernama Herman menyambut baik hadirnya program seragam sekolah gratis ini.
“Saya, Herman, selaku orang tua siswa baru di Sambung Jawa, Kota Makassar, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, atas program pembagian seragam sekolah gratis,” ungkap Herman penuh haru.
“Program ini sangat membantu kami para orang tua, terutama yang memiliki 2–3 anak yang bersekolah. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.
Sementara Jumiati, orang tua siswa SMP Negeri 3 Makassar, menyampaikan langsung harapan dan rasa terima kasihnya atas program ini.
“Saya, Ibu Jumiati, mewakili orang tua siswa SMP Negeri 3 Kota Makassar, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Makassar dan Wakilnya atas program seragam sekolah gratis. Program ini merupakan bantuan yang sangat berarti bagi kami para orang tua,” ujarnya.
Menurut Jumiati, pembagian seragam sekolah gratis sangat membantu, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang harus membiayai lebih dari satu anak yang bersekolah.
“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Terima kasih atas kepedulian Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Makassar terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak kami,” tambahnya.
Sebelumnya, salah satu siswi SMP Negeri 46 Makassar, Dilla menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri-Aliyah atas pemberian bantuan program gratis seragam sekolah.
“Terima kasih Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Makassar atas bantuan seragam sekolah,” ucapnya usai menerima seragam barunya.
“Saya senang sekali dapat seragam baru. Jadi bisa sekolah dengan semangat. Terima kasih sudah kasih seragam gratis untuk kami,” tambah dia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman menyebut, untuk tahap pertama ada 1000 paket seragam yang dibagikan dengan sasaran delapan sekolah, masing-masing empat SD dan empat SMP.
“Ada empat SMP yang menjadi sasaran yaitu SMP 46, SMP 3, SMP 48 sama SMP 40. kalau SD, ada SD Aroepala, Kompleks Sambung Jawa, Lariang Bagi sama Gunung Sari,” beber mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar ini.
Dia melanjutkan, pembagian seragam sekolah gratis ini ditargetkan sudah bisa tuntas pada September 2025 mendatang.
“Kita akan bagi secara bertahap. Targetnya bisa tuntas September 2025 mendatang. Pada momen Hari Anak mendatang, kita kembali akan melakukan pembagian seragam sekolah gratis,” kata Achi.
Total seragam gratis yang disiapkan tahun ini sebanyak 66 ribu pasang.
Untuk rencana tambahan pengadaan seragam olah raga gratis di tahun ajaran mendatang, kata Achi, pihaknya akan mengajukan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2026.
“Jadi nanti konsepnya,baju olah raga itu akan seragam di semua sekolah. Tidak ada perbedaan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya,” tandas Achi. (rhm)

