pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Di Hari Anak, Appi Ingin Jam Pelajaran Agama Ditambah

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahaya penggunaan gadget yang tidak terukur pada anak-anak usia sekolah saat ini. Menurutnya, berbagai kasus yang menimpa anak-anak dominan dipengaruhi oleh penggunaan gadget tanpa pengawasan ketat orang tua.

“Kalau kita lihat kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual dan persoalan lainnya yang terjadi, ini salah satu dampak buruk yang diakibatkan oleh teknologi saluran informasi yang hadir di depan mata anak-anak kita dengan sangat gampang. Dengan menggunakan gadget di usia yang belum sepantasnya,” ujar lelaki yang akrab disapa Appi itu pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Makassar yang digelar di Lapangan Karebosi, Rabu (23/7).

Menyikapi persoalan itu, lanjut Appi, pihaknya akan duduk bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengurangi bahkan melarang anak-anak menggunakan gadget di usia pendidikan dasar.
Selain itu, anak-anak harus dibekali pendidikan karakter dan pendidikan agama sebagai upaya untuk menangkal berbagai pengaruh negatif dari luar.

Menurutnya, kekuatan pelajaran agama harus diintensifkan di sekolah-sekolah.
“Pendidikan agama di sekolah, khususnya di tingkat pendidikan dasar ditambah jam pelajarannya. Itu salah satu tameng yang kuat untuk menghindarkan anak-anak kita dari pengaruh informasi yang begitu gampang masuk melalui gadget anak-anak,” imbuhnya.

Orang nomor satu Makassar itu menyoroti, mata pelajaran agama jangan cuma dua jam seminggu diajarkan di sekolah.
“Harus ditambah jamnya, termasuk pelajaran akhlak, etika dan sebagainya,” tandas Appi.

Dia mengatakan, Pemkot Makassar mempertegas komitmennya dalam membangun generasi emas Indonesia yang berkarakter melalui penguatan pendidikan budi pekerti dan tata krama di sekolah-sekolah.
Nilai-nilai budaya Makassar seperti siri’ na pacce dan tabik (tabe), perlu diajarkan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa tantangan generasi masa kini bukan hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada krisis karakter akibat arus informasi global yang tidak terfilter.
“Ini bukan sekadar pelajaran tambahan, tapi investasi jangka panjang untuk menjaga identitas dan karakter anak-anak kita dalam menghadapi era digital,” imbuh Appi.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, empati, dan sopan santun dalam kehidupan sosial.

Ketua IKA FH Unhas itu juga menyuarakan pentingnya memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyelesaikan masalah tanpa kekerasan, serta membangun hubungan sosial yang sehat dengan lingkungan dan orang tua.

Appi menilai, anak-anak perlu dibimbing bagaimana berbicara dengan sopan, menghargai orang tua dan guru, serta menjunjung tinggi etika dalam pergaulan.
“Kita ingin mencetak generasi yang bukan hanya cerdas, tapi juga beradab dan bermoral,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan komitmen Pemkot dalam mendukung penuh program-program yang mendukung tumbuh kembang anak-anak, mulai dari PAUD hingga tingkat pendidikan dasar.
Anak merupakan aset terbesar bangsa yang perlu dilindungi, dibina, dan diberi ruang berkembang secara optimal.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Makassar Melinda Aksa, mengatakan anak-anak berhak atas kebahagiaan, cinta, dan ruang untuk tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.
Ia juga menekankan pentingnya keikutsertaan anak-anak disabilitas sebagai wujud komitmen terhadap kegiatan yang inklusif.

“Semua anak berhak mendapat ruang yang setara untuk tumbuhdan berekspresi. Kami ingin setiap anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, merasa diterima dan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang,” tandasnya. (rhm)



×


Di Hari Anak, Appi Ingin Jam Pelajaran Agama Ditambah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link