MAKASSAR, BKM–Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Makassar tengah bersiap memasuki fase penting menjelang musyawarah cabang (Muscab). Arah kepemimpinan partai dipastikan akan berubah seiring mundurnya Ketua DPC Hanura Makassar, Muhammad Yunus, yang memilih tidak melanjutkan masa jabatannya.
Keputusan Yunus mundur dari bursa calon ketua membuka ruang lebar bagi regenerasi. Sejumlah nama kader dan tokoh baru mulai diperbincangkan sebagai calon kuat untuk mengisi kursi ketua. Situasi ini disebut sebagai momentum segar bagi Hanura untuk kembali menemukan energi baru menghadapi kontestasi politik ke depan.
Sekretaris DPC Hanura Makassar, Muchlis Misbah, menegaskan Muscab bulan depan akan menjadi arena penting konsolidasi sekaligus ujian bagi loyalitas kader. Ia mengakui sudah ada beberapa nama yang menyatakan kesiapannya, meski pendaftaran resmi belum dibuka. “Yang pasti, kesempatan kali ini terbuka untuk siapa saja yang serius membesarkan Hanura. Tidak ada dominasi kader lama, semuanya punya peluang sama,” ungkapnya, Senin (22/9).
Selain Yunus, Ketua Bappilu Hanura Makassar, Ulla, juga telah mengundurkan diri usai menempati posisi baru di salah satu Perusda. Kondisi ini menambah dinamika internal sekaligus memberi sinyal bahwa partai tengah benar-benar melakukan perombakan struktur kepemimpinan.
Salah satu nama baru yang mencuat adalah Muhammad Suhardian, aktivis muda yang dikenal vokal dalam berbagai isu sosial di Makassar. Meski tidak pernah terjun dalam pencalonan legislatif sebelumnya, keberanian Suhardian maju dalam kontestasi internal disebut sebagai tanda bahwa Hanura mulai diminati generasi baru.
Anggota DPRD Makassar ini menegaskan, hadirnya figur-figur baru sangat penting untuk menghidupkan kembali semangat kaderisasi. Menurutnya, tanpa keberanian membuka pintu untuk wajah-wajah segar, Hanura hanya akan terjebak pada pola lama yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan politik saat ini.
Meski begitu, ia menampik jika dirinya akan ikut bersaing memperebutkan kursi ketua. Muchlis mengaku lebih memilih tetap di posisinya sekarang sebagai sekretaris partai, sambil mendorong kader lain tampil ke depan. “Saya cukup nyaman di posisi sekarang. Biarlah orang lain ambil peran sebagai ketua, tugas saya menjaga mesin partai tetap berjalan,” bebernya.
Dengan peta politik yang kian cair dan kepemimpinan lama yang mundur, Muscab Hanura Makassar diperkirakan akan berlangsung dinamis. Semua mata kini tertuju pada siapa sosok baru yang akan memegang kendali partai dan mengarahkan langkah Hanura menghadapi pemilu mendatang.(ita/rif)

