SALAH satu kabupaten yang masuk nominasi namun gagal meraih Piala Adipura tahun ini adalah Barru. Setelah sukses tujuh kali merebut Piala Adipura untuk ukuran kota kecil dari 2007 hingga 2014, dua tahun berturut-turut, yakni 2015 dan 2016 Kabupaten Barru tak bisa meraihnya lagi.
Pemkab Barru melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) mengklaim, kegagalan tersebut dipicu oleh kriteria penilaian yang semakin tinggi.
”Selain karena adanya peningkatan kriteria penilaian, juga masih banyak yang perlu dibenahi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah. Seperti melakukan penghijauan, membangun pagar agar ternak tidak masuk ke area TPA, dan pembangunan pos jaga dekat pintu gerbang,” kata Taufiq Mustafa, Kepala KLH Barru di kantornya, Selasa (19/7).
Mantan Camat Barru ini membeberkan, angka yang harus dicapai TPA sebesar 75. Capaian itu mesti diikuti dengan pencapaian Tempat Pembuangan Sementara ( TPS) yang ada dalam kota.
Pada tahun 2015 lalu, sebut Taufiq, wilayah dalam kota Brru sempat mencapai nilai 76, tapi justru di TPA mengalami penurunan.
“Kami sudah pernah menyampaikan kepada pihak Kementerian Lingkungan Hidup bahwa TPA Barru sudah menghasilkan gas methanol yang didistribusi untuk 18 rumah tangga yang berdomisili disekitar TPA. Juga ada bank sampah,” terangnya.
Taufik menyatakan kalau TPA sekarang tidak boleh lagi dikesankan sebagai tempat pembuangan akhir, melainkan menjadi tempat pengelolaan akhir. Untuk itu, ke depan Pemkab Barru harus melakukan penghijauan di sekitar TPA.
”Tahun ini ada juga kita terima anggaran IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk limbah tinja dari Cipta Karya,” ujar Taufiq lagi.
Dihubungi secara terpisah, Wakil Bupati Enrekang, Muh Amiruddin juga mengklaim, gagalnya daerah ini meraih Adipura 2016 disebabkan kriteria penilaian yang bertambah dengan adanya format baru. ”Indikator-indikator yang berbeda itu yang belum disesuaikan dengan sistem yang di lakukan pemkab Enrekang,” ujar Amiruddin di ruang kerjanya, Selasa (19/7).
Meski gagal tahun ini, Pemkab Enrekang tetap optimis bisa mendapatkannya di tahun 2017 mendatang. Langkah yang ditempuh adalah dengan meningkatkan aktifitas di bidang kebersihan.
”Kita akan menjadikan kebersihan sebagai budaya untuk terus ditingkatkan. Juga ada evaluasi secara menyeluruh terhadap hal-hal yang mempengaruhi tidak diraihnya Adipura tahun ini,” ujar Amiruddin.
Ditanya soal apakah Pemkab Enrekang diwakili saat presentasi di Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu terkait penilaian Adipura, Amiruddin mengatakan bahwa pihaknya tidak hadir saat itu. Alasannya, karena tidak mendapat undangan setelah dinyatakan gagal pada penilaian tahap pertama. (udi-her/rus/c)
Kriterian Penilaian Tinggi Penyebab Kegagalan
×

