PANGKEP, BKM — Sebanyak 2.500 anggota Palang Merah Remaja (PMR) berkumpul di Balocci, Tonasa 1, Kabupaten Pangkep untuk mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Tingkat Nasional VIII yang berlangsung 25-30 Juli 2016.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla secara resmi membuka perhelatan akbar PMR itu, Selasa (26/7).
Hadir pada pembukaan Jumbara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.
Di sela-sela pembukaan, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang pembinaan dan pengembangan kegiatan Kepalangmerahan di satuan pendidikan, serta dengan BNN terkait penyalahgunaan narkoba dalam rangka darurat narkoba.
Wakil Presiden juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang telah memberikan dukungan, baik bagi pengembangan sukarelawan PMI. terutama dalam penyelenggaraan kegiatan Palang Merah.
Selain itu, juga diluncurkan perangko seri Jumbara PMR Tingkat Nasional VIII 2016, yang ditandai dengan penandatanganan sampul hari pertama Jumbara PMR tingkat nasional.
Usai membuka Jumbara, Wapres melakukan penanaman pohon mangrove secara simbolis di Desa Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Sebanyak 250 anggota PMR ikut dalam penanaman pohon tersebut. Sejauh ini, luas yang telah ditanami mangrove di Desa Maccini Baji seluas lima hektare.
Wapres Jusuf Kalla mengemukakan, kegiatan Jumbara PMR PMI merupakan bagian dari strategi pembinaan remaja yang dilakukan oleh Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
“PMI senantiasa terus mengajak para remaja untuk dapat bergabung sebagai anggota PMR di sekolah, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” ungkapnya.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurut orang nomor satu di Sulsel itu, Palang Merah merupakan wadah untuk memupuk solidaritas, soliditas, dan empati dalam memberi pertolongan kemanusiaan bagi yang membutuhkan.
”Sejak dulu, Palang Merah selalu berada di garda terdepan untuk
memberi bantuan kemanusiaan bagi yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PMI Sulsel, Ichsan Yasin Limpo melaporkan proses terlaksananya Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) VIII di Balocci, Kabupaten Pangkep kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Ada yang menarik dalam laporan Ichsan ke Wapres saat prosesi pembukaan Jumbara. Dia melaporkan kerja-kerja persiapan sempat terhambat beberapa persoalan. Salah satunya adalah persoalan PLN yang sempat menolak menyambung aliran listrik ke lokasi Jumbara jika tidak membayar Rp35 juta.
Namun, persoalan itu bisa diatasi ketika Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid Batara memberikan jaminan kepada PLN.
“Kami bersyukur ada Pak Bupati Pangkep yang menjamin sehingga PLN mengalirkan strom ke lokasi,” kata Ichsan.
Dia menambahkan, persoalan lain yang dihadapi saat sesi-sesi terakhir persiapan, angin kencang melanda daerah di sekitar lokasi kegiatan. Akibatnya, sejumlah tenda dan baliho ambruk. Namun dengan sigap persoalan tersebut diatasi.
“Ya, semalam kita kedatangan tamu tak diundang, yakni angin kencang. Beberapa baliho dan tenda tumbang. Beruntung panitia dengan sigap bisa menangani,” pungkasnya. (rhm/rus)
Di Depan Wapres, Ichsan Akui Dihambat PLN
×

