pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kemendagri Terjunkan Tiga Pejabat Pencari Fakta

MAKASSAR, BKM — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menurunkan tiga pejabatnya untuk mencari fakta terkait bentrokan Satpol PP dengan polisi di Balai Kota Makassar. Ketiganya adalah Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Kemendagri Asadullah, Kasubdit Perlindungan Hak-hak Sipil dan HAM Basuki Harjana, dan Kepala Seksi Administrasi Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPPNS) Bimo Aryo Tedjo.
Tim ini diterima langsung Wali Kota, Moh Ramdhan Pomanto di kantor PDAM, kemarin. Selanjutnya dilakukan pertemuan tertutup yang membahas penyerangan balai kota.
Usai pertemuan, Direktur Polisi PP dan Perlindungan Masyarakat Kemendagri, Asadullah menjelaskan, tim yang dipimpinnya akan melakukan investigasi dengan mencari bukti, informasi serta fakta di lapangan. Hasilnya akan dilaporkan ke Mendagri.
”Disini hukum harus ditegakkan. Mereka yang terlibat harus diproses secara tegas, apakah dia oknum polisi ataupun Satpol PP,” kata Asadullah.
Dijelaskan Asadullah, Satpol PP merupakan institusi yang memiliki tugas dan fungsi menjaga ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta membantu kepala daerah dalam menjaga dan menegakkan peraturan suatu daerah. Dengan adanya insiden penyerangan terhadap Satpol PP Kota Makassar di kantor Balai Kota, dinilai telah mencederai wibawa dari pemerintah daerah.
“Penyerangan Satpol PP di kantor Balai Kota Makassar telah menciderai wibawa dari pemerintah daerah. Sebab Satpol PP diibaratkan tangan kanan dari kepala daerah, dengan tugas menegakkan peraturan daerah atau kebijakan-kebijakan kepala daerah dan menyelenggarakan ketentraman di suatu daerah,” jelas Asadullah.
Di tempat yang sama, Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto berharap, dalam waktu singkat pihaknya sudah dapat memutuskan sikap yang akan ditempuh dalam jalur hukum. Apalagi, Kemendagri sangat serius kejadian ini.
Dia menambahkan, situasi yang terjadi di Balai Kota Makassar terus dimonitor oleh Mendagri. Untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan, kata Danny, tidak sulit. Karena Kasatpol PP dan Asisten I melihat secara langsung kejadian.
“Pak Direktur (Asadullah) memang diutus khusus untuk mempersiapkan tim investigasi guna mengumpulkan data awal dari kejadian ini. Kita tak sulit memperoleh data informasi karena Kasatpol PP dan Asisten I melihat kejadian secara langsung,” ungkap Danny.
Sementara itu, dari pantauan BKM di Balai Kota, kemarin, puing-puing pecahan kaca jendela dan mobil, masih terlihat berserakan. Khususnya di markas Satpol PP yang berada di lantai I Balai Kota. Termasuk bebatuan yang sebelumnya dipakai melempari kantor ini. Meski kondisinya seperti itu, aktivitas para pegawai tetap berlangsung normal.
Di anjungan Pantai Losari, kemarin, tidak terlihat lagi Satpol PP yang bertugas jaga. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar ditempatkan di lokasi ini menggantikan Satpol PP. Langkah ini diambil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto guna mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.
Salah seorang personel Dishub, Imran mengaku ditugaskan bersama rekannya untuk berjaga di Pantai Losari. Perintah ini langsung dari pimpinan. (arf-ppl/rus)



×


Kemendagri Terjunkan Tiga Pejabat Pencari Fakta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar