pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pencuri Kaus Oblong di Minimarket Babak Belur

MAKASSAR, BKM — Perbuatan Yusri (37), mungkin tak sepadan dengan risiko yang ia dapatkan. Hanya karena mencuri 3 kaus oblong di salah satu minmarket di Jl Emi Saelan, Selasa (23/8), sekitar pukul 00.05 Wita, Yusri nyaris tewas dimassa. Bahkan sepeda motornyapun ikut dibakar.
Yusri yang tercatat sebagai warga Jl Nuri Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar ini terpaksa menderita kerugian besar. Berawal aksinya diketahui salah seorang karyawan minimarket yang menaruh curiga atas gerak Yusri. Saat hendak keluar dari minimarket, Yusri pun diterikai “Pencuri” oleh karyawan minimarket. Teriakan itu memicu perhatain warga yang ada di luar minimarket. Langkahnya pun harus terhenti setelah dikepung warga. Saat digeledah, ditemukan 3 lembar kaus oblong di balik baju Yusri. Tanpa ampun, massa mulai beringas dan langsung menghakimi Yusri.
Kanit Reksrim Polsek Rappocini, AKP Agus Triputranta membenarkan kasus tersebut. Pelaku Yusri dimassa lantaran kepergok mencuri 3 lembar kaus oblong yang disimpan di rak minimarket tersebut.
“Kita masih periksa pelakunya,sementara ini juga kita menunggu pihak korban untuk melapor,disamping itu juga kami akan mengambil keterangan saksi saksi dilokasi untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut atas insiden ini,”tandas Agus.
Agus mengatakan, bahwa beruntung nyawa Yusri masih bisa diselematkan setelah anggotanya bergegas menuju lokasi kejadian usai menerima informasi dari warga. Yusri kemudian dievakuasi dalam kondisi bonyok ke Mapolsek Rappocini guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Dihadapan polisi, Yusri mengakui perbuatannya. Ia berdalih terpaksa melakukan aksi pencurian lantaran dirinya tidak punya baju lain untuk diganti. “Saya ambil 3 lembar baju pak. Warna hitam 2 lembar dan warna putih 1 lembar. Baju itu untuk saya pakai pak,” ungkap Yusri.
Dengan wajah lebam dan suara terbatah-batah Yusri bercerita tentang kondisi ekonominya. Ia mengatakan kalau dirinya hanyalah seorang buruh yang sehari-hari menanam bibit pisang di kebun milik orang lain dengan upah Rp100 ribu per sekali tanam. “Kerja saya cuma tanam bibit pisang pak dan tidak cukup menghidupi keluarga. Saya rugi ini hanya ambil pakaian 3 lembar muka saya hancur, motor saya juga dibakar,” kilahnya. (ish-ril)



×


Pencuri Kaus Oblong di Minimarket Babak Belur

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar