MAKASSAR, BKM — Pembangunan jalan underpass simpang lima tol-bandara terus digenjot. Dari hasil pantauan, progres pekerjaan cukup maju. Aktifitas borepile atau pengeboran untuk pemasangan tiang pancang sudah hampir selesai.
Menurut Kepala Satuan Kerja Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (Satker BBPJN) VI Makassar, Rahman Jamil, saat ini pengeboran arah Kabupaten Maros sudah hampir rampung.
Selain itu, pihaknya juga sudah mencoba memanfaatkan pelat beton yang dibangun di atas jalan utama.
“Kita sudah mencoba memanfaatkan pelat beton yang berada di atas underpass. Sudah dua hari diujicobakan,” kata Rahman via telepon kepada BKM, pekan lalu.
Menurut rencana, di bawah pelat beton tersebut, akan dibangun terowongan yang menghubungkan Makassar-Maros sepanjang 1.050 meter dengan kedalaman maksimal enam meter.
Sementara aktifitas penggalian terowongan untuk kepentingan underpass, kata Rahman, sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Ditargetkan, progres penggalian bisa mencapai 70 persen pada akhir 2016 mendatang. Dan awal 2017 mendatang, diharapkan pembangunan terowongan sudah bisa dikerjakan.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan berharap agar proyek underpass simpang lima bisa dikerjakan on schedule alias tepat waktu. Pasalnya, dia tak ingin masyarakat tidak berlama-lama merasakan kemacetan di kawasan tersebut.
Berbeda dengan beberapa proyek infrastruktur yang tahun ini mengalami pemangkasan anggaran, pembangunan underpass tetap bisa dilaksanakan tanpa kendala keuangan. Malah, proyek tersebut mendapat suntikan dana sebesar Rp25 miliar.
Tahun ini, underpass mendapat alokasi sebesar Rp50 miliar. Dengan tambahan Rp25 miliar tersebut, itu berarti tahun ini total alokasi APBN untuk underpass sebesar Rp75 miliar. (rhm/rus)
Awal 2017, Terowongan Underpass Mulai Dikerja
×

