pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pesan Ibunda; Biar Sudah Terkenal, Tetaplah Jadi Polisi

BRIPTU Fachri Wahyudi lahir di Parepare, 12 September 1989. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan H Muhammad Yahya dan Amriani Arief, PNS di Dinas Sosial Kota Parepare.

Laporan: Samiruddin

IBUNDA Fachri, Amriani Arief kembali mengenang ketika anaknya hendak ikut audisi stand up comedy. Saat itu, Fachri disebutkan ikut mendaftar untuk menguji materinya. Ia mendapatkan nomor urut peserta 1.133.
Awalnya, Amriani tak pernah berharap buah hatinya itu bisa lolos audisi. Selain karena belum memiliki pengalaman yang cukup, persaingan juga begitu ketat.
Namun, Dewi Fortuna berpihak kepada Fachri. Tidak lama berselang, ia ditelepon dan disampaikan bahwa naskah stand upnya diterima.
”Bu, saya diterima. Apakah saya bisa ikut?” kata Amriani meniru pertanyaan anaknya ketika itu.
Sebagai seorang ibu yang cukup mengetahui bakat putranya, Amriani pun mengiyakan. Namun ada syarat yang diajukan oleh sang ibu. Fachri diminta untuk tetap fokus pada pekerjaan utamanya, yaitu sebagai anggota kepolisian.
Menurutnya, polisi memiliki masa depan yang jelas. Sementara menjadi artis, tidak ada yang bisa menjamin.
Amriani kemudian mencontohkan Briptu Norman. Anggota brimob itu memilih keluar dari kesatuannya di kepolisian setelah terkenal dan menjadi artis. Namun belakangan kenyataan yang diterima tak sesuai harapan.
Saat dinyatakan lolos audisi, Fachri tidak hanya berbicara dengan kedua orang tua dan keluarganya yang lain. Tapi juga kepada atasannya.
”Karena ada dukungan dari atasannya, saya sebagai orang tua pasti mendukung sepenuhnya. Yang terpenting, jangan pernah meninggalkan status sebagai polisi,” tutur Amriani yang mukim di BTN Beirngin Blok B Nomor 5 Parepare.
Ketika kecil, Fachri menghabiskan masa sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 79 Parepare. Kemudian lanjut di SMP Negeri 1 Parepare dan SMA Negeri 2 Parepare.
Setelah tamat SMA, dia langsung mendaftar menjadi polisi dan diterima. Awalnya Fachri ditugaskan di Polres Tana Toraja. Saat itu, sambil bekerja ia melanjutkan pendidikan dengan kuliah S1 di UKI Paulus Toraja.
Lima tahun bertugas di kabupaten yang terkenal dengan sektor pariwisatanya itu, Fachri kemudian dimutasi ke Mapolda Sulsel. Ia ditempatkan pada fungsi Binmas (Pembinaan Masyarakat) hingga sekarang.
Briptu Fachri telah berkeluarga. Ia kini tinggal bersama istrinya, Sri Wulandari di kompleks perumahan Permata Sudiang Raya, Makassar. Mereka menikah Desember 2015 lalu dan belum dikaruniai keturunan.
Amriani juga menceritakan ketika Fachri ikut ajang stand up comedy di salah satu televisi swasta nasional. Ketika itu sang anak sudah sampai pada tahap 12 besar.
”Dia telepon saya minta petunjuk. Bu, kayaknya saya tidak bisa lanjut. Saya drop. Saya sakit. Begitu bilangnya,” kata Amriani menirukan Fachri ketika itu.
Naluri seorang ibupun berbicara. Amriani kemudian membesarkan hati putranya itu, dengan mengatakan perjuangan Fachri sudah cukup. Diapun tidak memaksa anaknya untuk menjadi juara. Akhirnya, Fachri harus meninggalkan panggung stand up comedy.
”Tidak masalah tak jadi juara. Setidaknya kami bangga dia sudah dikenal banyak orang. Bahkan sudah ada yang menawarinya main film. Tapi sekali lagi saya ingatkan dia, tetaplah menjadi seorang polisi,” kuncinya. (*/rus)



×


Pesan Ibunda; Biar Sudah Terkenal, Tetaplah Jadi Polisi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar