MAKASSAR, BKM — Begal motor di Makassar kembali beringas. Pada hari yang sama, Jumat (14/8), anggota begal motor melukai dua abdi negara. Satu anggota kepolisian dan satu lagi pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Adapun anggota polisi yang dipanah begal motor adalah Bripda Erwin yang bertugas di Bagian Sabhara Polda Sulselbar. Sementara, pejabat Pemkot yang bernasib sial menjadi korban begal adalah Kepala Seksi Pelayanan Informasi Publik di Dinas Kominfo Kota Makassar, M Hamzah Bakri.
Bripda Erwin dipanah saat berada di Jalan Tidung X, Perumnas Tamalate, Jumat (14/8) pukul 01.00 dini hari. Sedangkan Hamzah diparangi di Jalan Urip Sumohardjo depan Kafe Labuana, Jumat (14/8) siang.
Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, Bripda Erwin dianiaya saat baru pulang dari rumah rekannya di Tidung. “Saat baru beranjak dari rumah rekannya, dua pria berbocengan motor Yamaha Mio mencegat korban. Pelaku hendak merampas motor Bripda Erwin, namun korban melawan. Kedua pelaku kemudian membusur korban,” kata Kepala Kepolisian Sektor Rappocini, AKP Muari yang dikonfirmasi BKM siang kemarin.
Kedua pelaku, kata Muari, masih dalam pengejaran polisi.
“Korban dirawat di Rumah Sakit Grestelina dengan luka busur di lengan kanan serta punggung,” katanya.
Sementara itu, Hamzah Bakrie (35) harus menjalani perawatan di RS Awal Bros. Sebelumnya, saat hendak memarkir mobil di depan Cafe Labuana, Jalan Urip Sumoharjo, korban dibacok kawanan begal berboncengan empat motor. Saat itu Hamzah menepikan kendaraan. Namun karena jalur lalulintas melambat, seorang juru parkir mengarahkan Hamzah lebih menepikan lagi kendaraannya.
Korban pun memperkenankan juru parkir untuk menepikan kendaraannya. Korban lalu berdiri di tepi jalan seraya mengutak atik HP. Tiba-tiba delapan pria berbocengan dengan lima motor datang menghampiri. Seorang diantaranya menodong korban dengan sebilah parang di leher seraya mengancam.
“Saya tebasko kalau kamu tidak serahkan HP mu,” ujar pelaku kepada Hamzah.
Mendapat ancaman, Hamzah mencoba menghindar. Tebasan parang mengenai telinga dan leher bagian belakang korban. Hamzah pun ciut nyali dan menyerahkan dua HP miliknya kepada pelaku.
“Saya sedang menunggu teman depan Kafe Labuana. Saat itu saya di atas mobil. Karena jalan agak macet , juru parkir mendatangiku dan meminta saya untuk memajukan kendaraan. Kemudian saya serahkan kunci kemudian dia memarkir kendaraan,” ujar Hamzah.
Hamzah menambahkan, saat sedang mengutak atik handphone, tiba-tiba rombongan pelaku datang dan menodong dengan parang.
“Saya mencoba menghindar, tapi pelaku menebas perut dan telingaku. Masih dalam kondisi sadar, kedua HP saya serahkan kepada pelaku. Mereka kemudian kabur,” kata Hamzah.
Seketika Hamzah tersungkur. Juru parkir yang melihat korban langsung melakukan pertolongan dengan membawa korban ke RS Awal Bross. Dalam peristiwa ini, dua HP korban Jenis BBQ X 5 serta Iphone Q5 seharga Rp 12 juta raib.
“Eksekutornya satu, tujuh temannya yang lain menunggu di atas motor,” katanya.
Usai menjalani perawatan, korban melapor ke Polsek Makassar. (ish/cha/b)

