GOWA, BKM — Jumat (24/2) pukul 11.00 Wita di jalan poros Danau Mawang, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Seorang perempuan tengah berkendara sendirian menggunakan sepeda motor. Laju kendaraannya biasa-biasa saja.
Tanpa disadari wanita itu, sebuah sepeda motor sudah berada di sampingnya. Di atasnya ada dua orang laki-laki yang saling berboncengan. Motor yang digunakan jenis Honda Beat masih berplat putih bernomor polisi DD 5009 XY.
Tiba-tiba saja salah satu dari lelaki itu menarik tas yang diselempang oleh korban. Berhasil menjambret, pelaku langsung tancap gas. Korban pun kemudian berteriak meminta tolong.
Sejurus kemudian melintas seorang pengendara motor trail. Diapun langsung membantu korban, lalu mengejar pelaku yang kabur mengarah ke Kecamatan Pattallassang melalui depan kampus UIN Samata.
Apes bagi kedua pelaku. Setibanya di Dusun Lamuru, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang ban motornya selip dan masuk lubang. Keduanya pun langsung terjatuh di jalanan.
Mengetahui pengendara motor yang terjatuh itu adalah jambret, tanpa dikomando warga sekitar langsung menghakiminya beramai-ramai. Hanya saja, salah seorang pelaku berhasil melarikan diri. Sementara satu lainnya jadi bulan-bulanan aksi massa hingga sekarat.
Petugas dari Polsek Bontomarannu yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi pelaku jambret yang sudah bersimbah darah. Kemudian dibawa ke Puskesmas Bontomarannu untuk mendapat penanganan medis. Dalam upaya evakuasi itu, polisi juga berusaha mencari pelaku yang kabur. Namun tidak berhasil ditemukan.
Sesampainya di Puskesmas Bontomarannu, pelaku yang dalam kondisi kritis langsung diberi pertolongan medis. Belum sempat diambil tindakan, dia sudah mengembuskan nafasnya yang terakhir.
Tas milik korban yang dijambret pelaku kini diamankan di Polsek Sementara mayat pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi masih menunggu pihak keluarga datang mengambilnya. Karena tidak ditemukan satupun kartu identitas yang dibawa pelaku.
Ciri-cirinya, berambut ikal. Bagian atasnya dipotong agak panjang. Terdapat tatto di belakang pundak. Mengenakan baju lengan panjang kotak-kotak merah dan celana jeans warna biru.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, mengkonfirmasi kebenaran peristiwa ini. Dia menyebut, korban bernama Yulita Gustin Token (21). Seorang karyawati. Beralamat di kompleks rumah eks PKG (Pabrik Kertas Gowa), Kelurahan Romang Lompoa, tepatnya di Jalan Meranti nomor 12.
”Korban hendak menuju ke tempat kerjanya di Makassar. Dijambret saat melintas di jalan lingkar Danau Mawang. Pelakunya dua orang berboncengan motor. Identitasnya belum diketahui. Kita masih menelusuri lewat kendaraan yang digunakannya,” jelas AKP Mangatas, kemarin.
Jumat sore, Kasubag Humas Polres Gowa menyampaikan identitas pelaku yang tewas dimassa. Namanya Muh Resa bin Muh Said (24). Berprofesi sebagai buruh harian. Beralamat di Perumnas Antang Blok 8 Bangkala Dalam 6 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Identitas pelaku jambret ini diketahui setelah pihak polisi menjajakinya melalui nomor kendaraan motor yang digunakannya saat beraksi.
Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani juga membenarkan adanya pelaku jambret yang tewas usai dihakimi massa. ”Petugas masih meminta keterangan dari korban. Sementara mayat pelaku dibawa ke RS Bhayangkara,” ujarnya.
Dari hasil olah TKP, tambah Dicky, korban telah dibuntuti oleh pelaku. Tepat di lokasi kejadian, pelaku beraksi dan menjambret korban. Selanjutnya kabur, hingga akhirnya terjatuh dan dihakimi massa. (sar-ish/rus)
Jambret Karyawati, Tewas Dihakimi Massa
×

