SIDRAP, BKM — Ratusan personel Polres Sidrap menjalani tes urine mendadak usai melakukan apel pagi di halaman Mapolres Sidrap, Kamis (28/9). Tes kencing bagi aparat penegak hukum ini adalah kali kedua dilakukan guna mencegah penggunaan obat-obat terlarang di kalangan aparat polisi yang merupakan pengayom dan pelindung masyarakat.
Pelaksanaan tes urine dilakukan langsung tim dari Markas Besar (Mabes) Polri dipimpin Kepala Biro Provost Brigjen Pol Drs Gatot Subroto. Brigjen Gatot datang ke Sidrap didampingi sejumlah perwira tinggi lainnya., termasuk dokter kesehatan yang didatangkan Mabes Polri.
Sebanyak 381 orang personel dari 467 anggota Polres Sidrap dari berbagai satuan berhasil diambil sampel kencingnya untuk dites. Sementara sisanya, 86 anggota lainnya mangkir dan belum sempat diperiksa dengan berbagai macam alasan.
Namun, 86 anggota polisi itu tetap akan dipanggil khusus untuk dimintai keterangan sambil menjalani pemeriksaan lanjutan. Termasuk tes urine.
Polres Sidrap merupakan yang pertama di jajaran Polda Sulselbar yang didatangi tim Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan urine terhadap seluruh anggotanya. Mulai dari satuan sabhara, narkoba, reskrim, satlantas, intelkam hingga staf sumda dan bagian ops.
Tak hanya yang berpangkat bintara, perwira di lingkup Polres Sidrap ikut diambil urinenya. Tujuannya untuk mencegah penggunaan narkoba di kalangan petugas, terutama jenis sabu-sabu.
Kehadiran tim mabes untuk melakukan tes urine, diduga kuat karena Sidrap dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai ‘lumbung’ narkoba di Sulselbar. Sehingga tidak menutup kemungkinan melibatkan sejumlah oknum anggota Polres Sidrap dalam penggunaannya.
Kapolres Sidrap AKBP M Anggi Neulifar Siregar yang dikonfirmasi, Kamis (27/8) mengatakan, kehadiran tim mabes di Mapolres Sidrap merupakan program kerja rutin untuk semua polres dan polda se-Indonesia. Secara kebetulan Sidrap yang menjadi daerah pertama yang dikunjungi di wilayah Polda Sulselbar.
Menurutnya, dari 467 anggota Polres Sidrap, hanya 381 yang berhasil diambil sampel urinenya. “Tetap akan kita panggil khusus 86 anggota yang belum sempat diperiksa urinenya,” kata AKBP Anggi usai tes urine, kemarin.
Ketika ditanya kebenaran informasi adanya 11 personel yang dinyatakan positif menggunakan narkoba, termasuk dua anggota Polres Sidrap berpangkat perwira, Kapolres belum bisa memastikannya. Karena hasilnya baru akan diketahui setelah tim Mabes Polri mengumumkannya dalam beberapa hari ke depan.
“Hasilnya belum bisa kita tahu karena langsung ditangani mabes polri. Kemungkinan baru diketahui hasil positif ataupun negatif itu setelah pemeriksaan rampung dilakukan,” lontarnya.
Sementara, jika ada anggota Polres Sidrap diketahui belakangan terindikasi menggunakan narkoba itu, Anggi berjanji akan menindak tegas tanpa pandang bulu.
“Kita akan tindak dengan hukum yang berlaku. Jangan karena anggota kepolisian bisa bebas dari hukum,” ujar dia.
Menurut Anggi lagi, tes urine yang diikuti 381 anggotanya di jajarannya itu, hasil tesnya benar-benar murni dari laboratorium Mabes Polri. Tidak ada campur tangan Polres Sidrap. “Di sini hanya ditampung, diberi nama. Setelah itu dibawa petugas Dinkes,” tandasnya.
Informasi terakhir yang diperoleh kemarin sore, dari pemeriksaan urine terhadap anggota Polres Sidrap, diketahui 11 diantaranya positif menggunakan narkoba jenis ekstasi (amphetamine) dan sabu-sabu (metamfetamin). (ady)

