MAKASSAR, BKM — Seorang lelaki duduk di atas tempat tidur Rumah Sakit Bhayangkara. Ia meringis ketika betis kirinya dipegang seorang lelaki petugas medis. Tidak jauh, ada beberapa petugas kepolisian berpakaian preman.
Pria berbaju hitam dan celana panjang warna senada itu adalah Andi Muammar. Berusia 29 tahun. Warga perumahan BTN Minasa Upa ini baru saja mendapat tindakan tegas aparat Polsek Rappocini. Betis kirinya terpaksa dibocor dengan timah panas, karena berusaha melarikan diri saat polisi membawanya untuk pengembangan kasus, Senin (1/5) pukul 23.00 Wita.
Sesekali Muammar menangis melihat darah keluar dari betisnya. Perilaku yang jauh berbeda ketika ia beraksi menjadi bandar sabu dan mengedarkannya kepada para pembelinya.
Penangkapan tersangka bandar sabu ini berlangsung pukul 21.00 Wita. Bermula ketika petugas Polsek Rappocini mendapat informasi keberadaan Muammar pada sebuah wisma yang ada di wilayah Kecamatan Panakkukang.
Polisi yang dipimpin Kanit Resmob Polsek Rappocini AKP Roby langsung bergerak. Personel yang dilibatkan langsung memblokade area wisma. Muammar tak berkutik ketika digerebek. Selanjutnya ia digiring ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui dirinya sebagai bandar sabu. Barang haram itu dipasok dari rekannya di Jalan Kerung-kerung.
‘Nyanyian’ tersangka langsung ditindaklanjuti. Polisi kemudian membawa Muammar untuk menunjukkan lokasi tempatnya mengambil sabu di Jalan Kerung-kerung.
Namun, di tengah perjalanan ia berbuat nekat. Muammar mencoba kabur dari kawalan polisi. Tiga kali tembakan peringatan dilesakkan ke udara. Tapi tak jua digubris.
Tak ingin buruannya lolos, petugas bertindak tegas. Moncong pistol lalu diarahkan ke arah betis tersangka. Dor… satu butir timah panas pun bersarang. Muammar tersungkur tak berdaya. Kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses pengankatan proyektil peluru.
Kanit Resmob Polsek Rappocini AKP Roby mengkonfirmasi penangkapan bandar sabu tersebut. ”Bandar sabu itu terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melarikan diri saat digiring untuk pengembangan kasus,” ujar AKP Roby, Selasa (2/5).
Sebelum meringkus Muammar, tambah Roby, pihaknya terlebih dahulu telah mengamankan Hasrul. Dia adalah salah seorang rekan sekaligus kaki tangan Muammar.
Hasrul diringkus saat melakukan transaksi narkoba di BTN Minasa Upa. Dari pengakuan Hasrul, diketahui jika Muammar kerap berada di sebuah wisma di Panakkukang. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka berhasil diringkus. (ish/rus)
Bandar Sabu Nangis Lihat Betisnya Bocor Tertembak
×

