pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Zikir, Mengaji dan Tetap Monitor Sekolah

SETIAP amalan yang dilakukan di bulan suci ramadan akan dilipatgandakan pahalanya. Tidak heran jika banyak diantara umat muslim saling berlomba-lomba untuk berbuat kebajikan. Tak terkecuali Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur, La Besse.

Laporan: Alpian Alwi

DI sebuah rumah Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Minggu siang (28/5). Suasana asri tampak melingkupinya. Sang empunya rumah, La Besse tengah berada di dalam.
”Assallamualaikum,” suara BKM menyalami tuan rumah. ”Waalaikumsalam,” jawabnya. Pria berkacamata itu mengenakan peci warga hitam, baju muslim warna merah bata ditambah motif-motif hitam.
La Besse baru saja membaca Alquran. Sambil duduk di kursi kayu, ia kemudian bercerita tentang rutinitasnya jika bulan ramadan tiba.
Salah satu yang tak pernah ketinggalan adalah mengaji serta zikir. Bukan hanya di rumah, membaca ayat-ayat suci Alquran juga ia lakoni ketika berada di kantor ataupun di manapun.
Bagi La Besse, zikir dan mengaji tidak hanya di bulan puasa. Di hari-hari biasa juga ia melakukannya. Namun, bulan ramadan menjadi momentum terbaik dan paling berharga untuk melipatgandakannya.
”Alhamdulillah, zikir dan mengaji sudah menjadi rutinitas. Apalagi ini bulan puasa. Biasa kalau habis sahur baca Alquran. Sebelum ke kantor juga saya sempatkan untuk mengaji. Begitu juga kalau ada waktu kosong di kantor,” tuturnya.
Zikir dan mengaji juga dilakukannya seusai menunaikan ibadah salat wajib, baik berjamaah maupun seorang diri di masjid. Pada saat bersamaan, tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya sebagai kadis tetap dijalankan seperti hari-hari biasa.
”Ibadah puasa tidak boleh menjadi hambatan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab saya sebagai kadis. Bukankah apa yang kita kerja, apa yang kita lakukan juga bernilai ibadah kalau dilakukan dengan niat yang tulus,” ujarnya memberi argumen.
Suami dari Besse Marwiyah ini menjelaskan, walau berpuasa, setiap saat dirinya turun melakukan monitoring di setiap sekolah yang ada di Bumi Batara Guru. Tujuannya adalah memastikan kesiapan para guru dalam menghadapi anak didik mereka.
Apalagi pada tanggal 29 Mei hingga 6 Juni ini, pelajar yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama S(MP) akan melaksanakan ujian semester, sehingga dipastikan akan sangat sibuk. Selanjutnya, pada tanggal 7-16 Juni pengelolaan nilai hasil ujian, sekaligus dilakukan kegiatan amaliah ramadan di sekolah.
Dalam waktu dekat, kata La Besse, Disdik akan melaksanakan buka puasa bersama dengan warga korban bencana tanah longsor di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona. “Tergantung kapan waktu yang ditentukan oleh pemerintah desa setempat. Kita sudah siap untuk melakukan buka puasa bersama di sana,” katanya.
Tentang menu favoritnya ketika sahur dan berbuka puasa, ayah dari Nur Fitri Handayani dan Muammar Humaidi ini ternyata cukup simpel. Di waktu sahur cukup ikan kering, sayur terong bakar dan air tawar. Sementara kala berbuka, yang menjadi dambaannya adalah pisang ijo dan kue pisang kukus alias roko’ roko unti. (*/rus)



×


Zikir, Mengaji dan Tetap Monitor Sekolah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar