pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Subuh Berdarah di Barawaja, Pemuda Kritis Ditikam

MAKASSAR, BKM — Subuh di Jalan Barawaja 2, Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo Makassar. Warga masih khusyu dalam ibadah salat berjamaah di Masjid Rabia Altuladawiyah.
Rakaat kedua telah usai. Jamaah telah mengakhiri salatnya dengan memberi salam ke kiri dan ke kanan.
Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar masjid. Sebagian jamaah kemudian keluar untuk mencari sumber ribut-ribut. Ternyata, dua orang pemuda terlibat perseteruan. Bahkan satu diantaranya telah jatuh bersimbah darah di badan jalan.
Belakangan diketahui pemuda tersebut adalah Ali Usman alias Cukman (26). Tak ada yang berani mengevakuasinya. Tak lama berselang, dua orang yang merupakan tetangga Cukman, yakni Assa dan Enal tiba di lokasi kejadian. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Kondisinya kritis setelah mendapat sejumlah tikaman di sekujur tubuhnya.
Peristiwa berdarah ini berlangsung, Rabu (31/5) pukul 05.00 Wita. Kakak korban bernama Rahmat alias Opik (39), menyebut jika adiknya Cukman ditikam oleh pelaku bernama Rahman alias Bocah.
Ketika keduanya terlibat duel, menurut Opik, datanglah seorang pria bernama Dg Salam. Bukannya melerai, tapi malah memegang Cukman. Korban juga ditendang hingga mengenai matanya.
”Awalnya adik saya main Facebook di warnet. Saat itu ada seorang pengunjung bernama Ahmad melihat adik saya berada di warnet. Ahmad ini kemudian chating dengan Rahman. Ia diduga memberitahukan ke Ahmad jika Cukman berada di warnet,” ujar Rahmat.
Tidak lama kemudian, lanjut Rahmat, pelaku datang dan menemui Cukman. Keduanya kemudian terlibat adu mulut hingga berujung pertikaian. Pelaku menyerang korban lalu menikamnya.
”Meski ditikam, adik saya tetap melawan,” kata Rahmat mengutip keterangan saksi yang merupakan rekan adiknya.
Menurut Rahmat, jika saja adiknya adiknya terlibat duel berdua, lukanya tidaklah terlalu parah. Namun, kehadiran Dg Salam telah membuat korban berada di pihak yang tak diuntungkan.
Cukman mengalami luka tusuk pada bagian dada yang nyaris mengenai jantung. Ada pula tikaman pada telapan tangan, lengan kiri tembus ibu jari sedalam 10 cm.
Sebelumnya, tambah Rahmat, bulan lalu pelaku telah memarangi adiknya. Saat itu Cukman harus mendapat 147 jahitan pada bagian punggungnya. Kejadiannya dipicu karena kesalahpahaman.
”Saat itu pelaku menabrak seorang warga. Kemudian ada seorang pemuda yang mau memukulnya. Setelah itu pelaku pergi. Tidak lama kemudian dia datang lagi mencari pemuda yang hendak memukulinya. Tapi yang ditemui adik saya. Dia bilang ke pelaku, masalahnya sudah selesai dan hanya kesalahpahaman,” terang Rahmat.
Meski sudah mendapat penjelasan, Bocah tetap ngotot mencari pemuda yang hendak memukulinya. Puncaknya, ia memarangi Cukman lalu kemudian kabur.
Aparat Polsek Tallo yang mendapat informasi terjadinya penikaman di wilayah hukumnya, langsung bergerak. Mereka melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi.
Sementara Bocah yang usai menikam korban, berinisiatif mendatangi rumah Lurah Rappokalling, Yusran Bontang. Ia bermaksud meminta bantuan untuk diantar menyerahkan diri ke Mapolsek Tallo.
”Waktu datang di rumah, dia mengaku habis menikam seseorang. Dia minta untuk ditemani menyerahkan diri ke polisi. Saya kemudian mengantarnya ke Polsek Tallo,” terang Yusran Bostang.
Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu H Ramli JR yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa penikaman itu. Kata dia, pelaku telah diamankan. Selain itu, juga disita badik sebagai barang bukti yang dipakai menikam korban.
”Kita sudah amankan pelakunya. Namun belum dilakukan pemeriksaan. Masih sementara penyelidikan. Korban belum dimintai keterangan karena masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya. (ish/rus)



×


Subuh Berdarah di Barawaja, Pemuda Kritis Ditikam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar