RAMADAN selalu dimaknai oleh umat muslim sebagai bulan magfirah. Bulan penuh ampunan. Sehingga momen sebulan dipergunakan untuk meningkatkan kualitas ibadah agar lebih baik dibanding bulan-bulan lainnya.
Laporan: RAHMAWATI AMRI
KEPALA Dinas Sosial Sulsel, Andi Ilham Gazaling punya pandangan seperti itu. Diapun tak mau ketinggalan mengumpulkan pundi-pundi amal selama ramadan.
Diantaranya dengan melakukan tadarrus. Beruntung, karena saat ini gadget atau telepon selular sudah semakin canggih. Karena itu, untuk tadarrusan dirinya tinggal membuka aplikasi yang sudah diunduhnya.
Dia juga sedapat mungkin memperbanyak amalan-amalan sunnah seperti salat tahajjud, tarawih berjamaah dan lainnya.
“Sedapat mungkin intensitas ibadah selama ramadan harus lebih baik dibanding bulan-bulan lainnya di luar itu,” kata lelaki yang akrab disapa Andi Ille ini.
Ramadan juga dimaknai sebagai bulan mempererat silaturahmi. Melalui amaliah ramadan buka puasa bersama, dirinya bisa bertemu dengan kerabat, handai taulan, rekan kerja, hingga teman-teman kala sekolah dulu.
Salah satu momen yang cukup dinanti saat ramadan adalah berbuka puasa. Di waktu seperti ini dijadikan Andi Ille untuk lebih dekat dengan anak dan istri. Bisa duduk satu meja menghadapi aneka takjil, sambil berbincang lepas dan santai bersama keluarga besarnya.
“Jika tidak ada undangan buka puasa di luar atau harus mendampingi Pak Gubernur atau Pak Wagub safari ramadan, saya usahakan untuk berbuka bersama keluarga,” ujarnya.
Soal takjil dan menu buka puasa, Andi Ile tidak pernah neko-neko. Cukup kurma tiga biji ditambah es pisang ijo. Usai salat tarawih, barulah dilanjut dengan makanan berat.
Menu favorit, khususnya saat sahur adalah pallumara, ikan goreng, dan telur dadar. Cukup sederhana namun sangat menggugah selera.
“Pokoknya asal ada pallumara, atau ikan goreng dan telur dadar, itu sudah sangat spesial. Tidak perlu menu yang aneh-aneh,” pungkasnya. (*/rus)

