Beat Junk Records. Begitulah nama sekolah Disk Jockey (DJ) yang terletak di Komplek Sastra Universitas Hasanuddin (Unhas) Jalan Andi Mappanyukki, Makassar. Sekolah yang didirikan Dani sejak delapan tahun lalu ini lambat laun mulai berkembang. Jebolan sekolah ini pun sudah banyak yang terserap kerja di sejumlah club malam di Makassar dan kota-kota lainnya.
Laporan: CITRA DEWI-SATRIANI
Dengan modal Rp500 juta, Dani merintis usahanya. Bermula dari hobi ber-DJ, Dani pun mengembangkan usahanya secara profesional.
Sekolah DJ terbilang langka di Makassar. Bahkan, saat ini masih banyak yang belum tahu jika di Makassar ada sekolah khusus DJ. Makanya, awal beroperasi, 70 orang tercatat sebagai siswanya. Dari 70 siswa gelombang pertama, seluruhnya telah bekerja hampir di seluruh Indonesia.
“Mendengar kata DJ, orang biasanya berpikiran negatif tapi ada juga yang positif. Yang positif biasa mereka paham bagaimana kerja seorang DH,” kata kata Dani ketika disambangi BKM di sekolahnya, Senin (31/8) lalu.
Dani menambahkan, sekolah DJ miliknya buka Senin hingga Kamis, mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Mereka hanya buka sampai Kamis karena, saat Jumat hingga Sabtu, beberapa guru dan murid harus tampil di sejumlah klub malam di Makassar.
Saat ini, kata dia, ada 30 siswa yang aktif. Anak didiknya terdiri dari mahasiswa, karyawan, dokter, bahkan polisi.
Salah satu siswa DJ Beat Junk Record, Ical mengatakan, untuk masuk dalam dunia ini memang banyak tantangan. Salah satunya, orang kerap menganggap pekerjaan ini tidak baik. Jika dijelaskan secara detail, mereka baru mengerti dan paham soal dunia DJ.
“Saya masuk dalam sekolah DJ ini dari tujuh bulan yang lalu. DJ adalah hobi saya. Sekarang saya sudah hampir menguasai DJ bahkan sekarang saya sering di panggil untuk main DJ di berbagai event,” katanya
Sekolah DJ ini memiliki dua studio. Tiap studio dilengkapi alat CDJ 2000 Nexus, CDJM 900 Nexus, CDJ 9000 Nexus, Turntabel Type, Technisc Limited Edition atau piringan hitam RX 1000.
Salah satu pengajar di sekolah ini, Oko mengatakan, dirinya bukan sekadar mengajar di sekolah ini tapi juga untuk mengumpulkan komunitas musik, agar musik atau DJ di Makassar itu tidak hilang.
“Kita ingin mengenalkan dunia DJ kepada siapapun. DJ juga punya kelas. Seperti basic, club, the beatle dan Re Mixer untuk membuat lagu,” jelasnya.
Ada beberapa sekolah DJ di Makassar, namun baru DJ Beat Junk Record yang sudah resmi dan sudah beberapa kali menerima penghargaan. Salah satunya dalam kompetisi Battle PDJI Sulel dengan menyandang gelar sebagai juara 2 Serta DMC PDJI Sulsel. (b)

