MAKASSAR, BKM — Peristiwa perampokan terjadi pada sebuah rumah toko (ruko) berlantai empat di Jalan Lompobattang, Makassar, Minggu subuh (11/6) pukul 04.30 Wita. Seorang pelaku bertindak beringas hingga melukai dan menikam dua orang korbannya.
Mereka adalah Rahmawati dan Fernando (15). Rahmawati adalah asisten rumah tangga. Sementara Fernando putra pemilik rumah.
Rahmawati menderita luka tikaman pada bagian leher sepanjang 20 cm. Luka robek pada telinga sebelah kiri. Tujuh luka tebasan di tangan kanan yang menimbulkan luka robek. Begitupun pada tangan kirinya.
Sedangkan Fernando terkena sayatan pisau pelaku pada bagian kepala. Juga goresan pada lengan kanannya. Ia terluka ketika berusaha menolong Rahmawati.
Petugas Polsek Ujung Pandang dipimpin Kapolsek, Kompol Ananda Fauzy Harahap turun langsung ke lokasi. Ia didampingi Kanit Reskrim, Iptu Arham Gusdiar dibackup personel Jatanras Polrestabes Makassar yang dipimpin Kasubnit 2 Ipda Arif Muda. Kedua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia untuk mendapat perawatan medis.
Petugas juga melakukan penyisiran di rumah korban. Mulai dari lantai satu hingga lantai empat guna mencari pelaku. Hanya saja, pelaku yang dicari tak jua ditemukan. Ia diperkirakan kabur lewat jendela sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.
Guna mengungkap kasus ini, polisi kemudian menemui korban di RS Pelamonia. Beruntung, mereka masih bisa berbicara dan memberi keterangan.
Dari penuturan Rahmawati, saat kejadian ia tengah tertidur. Tiba-tiba dia mendengar suara mencurigakan. Dia kemudian mencari sumber suara di lantai dua.
Begitu turun, Rahmawati mendapati seorang pria yang tak dikenalnya. Sontak ia berteriak; pencuri….!!! Di saat bersamaan pelaku langsung menghunuskan pisau yang digenggamnya ke tubuh korban. Rahmawati pun terluka akibat serangan itu.
Mendengar suara teriakan Rahmawati, Fernando terbangun. Ia mendapati tubuh asisten rumah tangganya itu terkapar tak berdaya. Apes bagi Fernando. Diapun diserang oleh pelaku, hingga akhirnya terkapar pula dengan luka sayatan di tubuhnya.
”Kemungkinannya pelaku masuk dengan cara memanjat lewat pintu ruangan bagian atas di lantai empat. Selanjutnya turun ke lantai tiga dan dua. Ia mencari barang berharga di dalam kamar lantai dua. Saya terbangun mendengar suara mencurigakan,” terang Rahmawati.
Disebutkan, saat melakukan aksinya, pria tersebut mengenakan celana pendek, berbaju lengan panjang warna hitam dan membawa pisau. Usai menikam kedua korban, ia langsung melompat dari lantai dua dan tercebur ke dalam kanal di belakang rumah yang disatroninya.
Penjelasan Rahmawati itu kemudian ditindaklanjuti polisi. Tak butuh waktu lama untuk mengungkap pelaku perampokan sadis ini.
Kapolsek Kompol Ananda yang berhasil mengidentifikasi pelaku, langsung mengarahkan personelnya yang dibantu tim Jatanras Polrestabes Makassar. Mereka memblokade kawasan Jalan Bulusaraung.
Loksi inipun kemudian disisir. Petugas mendapati sebuah gubuk kecil. Tepatnya di tembusan kanal. Diduga, gubuk ini menjadi tempat persembunyian pelaku.
Penggeledahan pun dilakukan. Alhasil, dari dalam gubuk ditemukan baju lengan panjang warna hitam dan celana pendek dalam keadaan basah. Saat dicium, bau menyengat menyeruak dari pakaian tersebut. Seperti bau air got.
Seorang pria didapati berada di dalam gubuk. Namanya Randi Sudewa (25), beralamat di Jalan Lompobattang. Saat polisi datang, ia berpura-pura sedang tidur.
Petugas kemudian mengecek tubuh Randi. Terdapat luka goresan di lengannya. Juga ada luka lecet di kaki. Diduga akibat korban melakukan perlawanan.
Selain itu, bau badan Randi juga sangat menyengat. Selain berbau air got, terdapat pula lumpur di telinganya.
Karena terindikasi sebagai pelaku, polisi kemudian mengamankan Randi tanpa perlawanan. Ia lalu digelandang ke Mapolsek Ujung Pandang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada Randi, ditanyakan perihal pakaian yang ditemukan dalam kondisi basah. ”Ini baju dan celana siapa yang punya? Kenapa sampai basah?” tanya petugas.
Randi berusaha berkelit. Baju dan celana itu diakui sebagai miliknya. Namun, dia berdalih pakaian tersebut basah karena jatuh ke kanal. ”Baju dan celanaku itu, Pak. Jatuhki di kanal,” ujarnya.
Petugas mendesak dan masih memberikan pertanyaan secara persuasif sebelum bertindak tegas. Akhirnya Randi mengakui baru saja melakukan aksi perampokan serta penikaman.
”Iya, Pak. Saya yang melakukannya. Saat itu saya masuk ke rumah dengan cara memanjat ke lantai empat. Rencananya mau ambil barang berharga. Tapi ada yang berteriak di dalam rumah. Saya langsung menyerangnya dengan pisau,” ungkapnya.
Usai diinterogasi, petugas kemudian menggiring Randi untuk menunjukkan barang bukti pisau yang disembunyikannya. Namun, saat di perjalanan ia nekat melompat dari atas mobil petugas. Randi bahkan sempat menendang seorang anggota unut khusus Polsek Ujung Pandang yang mengawalnya hingga terjatuh.
Tak ingin tangkapannya kabur, petugas langsung mengambil tindakan tegas. ”Sebelum melumpuhkannay di bagian kaki, terlebih dahulu diberi tiga kali tembakan peringatan ke udara. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk perawatan medis,” kata Kapolsek Ujung Pandang. (ish/rus)
Perampok Beringas di Subuh Hari Lukai Dua Orang
×

