BERPUASA mengajarkan kepada umat muslim untuk hidup tidak berlebih-lebihan. Hal itu tergambar dari cara mereka menikmati buka puasa ataupun sahur. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang, H Chairul Latanro selalu berusaha untuk mengamalkannya.
Laporan: Suherman Karim
SEBAGAI seorang pejabat yang membina aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Massenrempulu, Chairul memiliki tanggung jawab begitu besar. Ia mesti mengatur waktu bagi para pegawai untuk bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya di kantor sambil menunaikan ibadah puasa.
Kebijakan mengurangi jam kerja kemudian ditempuh. ”Jam masuk kita perlambat, dan jam pulang dipercepat,” ujarnya.
Ketua PSSI Enrekang ini berharap, kebijakan tersebut dapat memberikan kesempatan kepada para ASN untuk lebih fokus beribadah. Menurutnya, momentum ramadan hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan-amalan. Dengan kebijakan ini pula, ASN tetap menjaga disiplin dan rajin masuk kantor.
Meski disibukkan dengan seabrek rutinitas di bulan puasa, ketua Kosgoro Enrekang ini mengaku tidak terganggu dalam menjalankan aktivitas. Termasuk untuk urusan keluarga.
Suami Andi Fatmawati yang merupakan anggota DPRD Enrekang ini tidak banyak menuntut untuk menu berbuka serta sahur. Bagi ayah Andi Muchammad Fachrul ini, semua jenis makanan ia sukai.
”Lidah saya tidak pilih-pilih. Yang penting halal,” ujar pejabat yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.
Di bulan ramadan, mantan camat Alla ini selalu mendampingi bupati Enrekang, H Muslimin Bando untuk melsanakan safari ramadan. Bukan hanya di Enrekang, tapi juga di luar. Seperti safari ramadan bersama warga Hikma (Himpunan Keluarga Massenrempulu) se-Jabodetabek di Jakarta baru-baru ini.
Selain itu, ia juga banyak mendapat undangan dari para tokoh masyarakat yang menggelar buka puasa bersama. Jika undangan sedang kosong, pria kelahiran Jakarta, 3 Juli 1961 ini menyempatkan diri berolahraga bersepeda keliling kota Enrekang menjelang buka puasa. (*/rus/b)

