pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Masak dan Santap Mi di Tengah Malam

POLA makan selama Ramadan berbeda dibanding hari-hari biasa. Jika kita bisa makan pada siang hari, selama puasa, hanya pada saat tenggelam hingga terbitnya fajar, umat muslim bisa makan dan minum.

Laporan: Rahmawati Amri

KARENA pola makan berubah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto Tana Ranggina betul-betul memanfaatkan waktu malam hari untuk mencharge energi.
Pada dasarnya, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Soppeng itu tidak pilih-pilih makanan. Apa saja yang dihidangkan istri tercinta, akan disantapnya.
Untuk buka puasa pun tidak ada persoalan. Ada buah semisal kurma dan air putih, itu sudah cukup baginya.
Usai salat magrib atau habis salat tarawih, biasanya Tautoto akan menyantap menu utama, yakni nasi dan lauk pauknya. Itupun tidak spesifik harus makan apa.
“Pokoknya apa yang dihidangkan dan disajikan ibu di meja makan, itu yang disantap. Tidak ada menu khusus yang harus ada,” ungkapnya.
Namun, ada kebiasaan yang cukup menarik yang kerap dilakukannya. Kadang tengah malam, saat merasa lapar, dia akan membuat sendiri dan menyantap mi instan. Sehingga saat sahur, dirinya tinggal makan sedikit.
Kala sahur pun, dirinya tidak neko-neko. Mi instan campur telur pun jadi. Kalau ada buah, itu juga tidak masalah.
Bagi mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Sulsel itu, hakikat puasa adalah menahan hawa nafsu. Mulai dari nafsu untuk makan, nafsu untuk marah atau emosi, dan nafsu buruk lainnya. Ramadan mengajarkan umat muslim untuk berempati pada sesama yang kurang mampu. Bagaimana rasanya kalau lapar karena tidak memiliki apa-apa untuk dimakan.
Selain itu, ramadan juga momen untuk meningkatkan kualitas ibadah. Karena seperti janji Allah, ibadah yang dilakukan selama ramadan, pahalanya akan berlipat ganda. (*/rus)



×


Masak dan Santap Mi di Tengah Malam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar