INSTITUSI pendidikan atau sekolah yang layak harusnya tidak hanya dilihat dari sumber daya pengajar yang mumpuni. Bukan juga dari fasilitas penunjang pembelajaran yang lengkap. Seharusnya, lingkungan yang sehat juga menjadi bagian penting indikatornya.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
LINGKUNGAN yang sehat akan menghasilkan pemikiran yang jernih dari para siswa. Karena mereka akan terhindar dari stres maupun keresahan dalam belajar.
Lingkungan yang sehat juga akan mengajarkan para siswa lebih peduli akan lingkungan. Sehingga bukan aspek sains saja yang lebih menonjol, namun juga aspek sosial akan berkembang secara seimbang dalam diri siswa.
Maka tidak salah jika Kementerian Lingkungan Hidup selalu mengapresiasi sekolah-sekolah yang peduli akan lingkungan melalui program Adiwiyata. Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Dalam program ini, diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghidarkan dampak lingkungan yang negatif.
Pada implementasinya, Kementerian Lingkungan Hidup berkerjasama dengan para pemangku kepentingan menggulirkan Program Adiwayata ini, dengan harapan dapat mengajak warga sekolah dapat melaksanakan proses belajar mengajar materi lingkungan hidup. Juga turut berpartisipasi melestarikan dan menjaga lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya.
Satu sekolah di Makassar yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah SDN Tanggul Patompo 1. Setelah sebelumnya meraih Adiwiyata tingkat kota dan provinsi, kini sekolah tersebut mendapat penghargaan tingkat nasional berupa Adiwiyata Mandiri, yang merupakan penghargaan tertinggi diberikan Kementerian Lingkungan Hidup.
Sekolah ini sebenarnya memiliki kawasan yang tidak terlalu luas. Hanya dengan beberapa langkah saja, BKM telah bisa menjangkau seisi sekolah.
Namun yang menjadi sangat menarik, sekolah ini benar-benar hijau. Lingkungannya tertata rapi. Tempat sampah ada di mana-mana. Tak ada sampah yang berserakan.
Yang lebih istimewa lagi, BKM bisa melihat tanaman yang begitu tertata di setiap sudut sekolah. Banyak pot yang berada tepat di depan kelas. Termasuk berbagai pot yang terlihat menggantung dengan indahnya.
Salah satu guru di sekolah tersebut, Lasmina mengatakan jika suasana seperti ini bukan hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Guru mata pelajaran Agama Islam ini mengakui, pihak sekolah bekerjasama dengan para orang tua murid. Mereka inilah yang turut membantu terciptanya lingkungan yang sehat di SDN Tanggul Patompo 1.
“Kita sengaja bentuk paguyuban orang tua murid supaya bisa turut membantu sekolah kita. Tanpa mereka, kita mungkin saja tidak akan pernah dapat penghargaan ini,” jelas Lasmina.
Selain dengan para orang tua murid, sekolah ini juga bekerjasama dengan berbagai instansi kesehatan. Bukan hanya dari aspek keindahan, bidang kesehatan juga dianggap penting di sekolah ini. Karenanya, dijalin pula kerja sama dengan berbagai rumah sakit dan puskesmas untuk memperhatikan kesehatan para warga sekolah. Juga memperadakan dan mengaktifkan dokter cilik untuk para murid.
Penghargaan ini pun tidak didapatkan dengan instan. Butuh waktu lama membentuk karakter warga sekolah untuk peduli akan lingkungan. Lasmina kembali menjelaskan jika SDN Tanggul Patompo 1 memasukkan karakter Adiwiyata di semua mata pelajaran. Mereka senantiasa mengintegrasikan pola melestarikan lingkungan hidup dengan berbagai pelajaran para murid.
“Misalnya, dalam pelajaran agama Islam, kita selalu menekankan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Itulah yang selalu kita ulang-ulang kepada para siswa. Selain itu, kita senantiasa mengajarkan menghemat. Misalkan dalam pelajaran IPA dan IPS diajarkan untuk menghemat listrik, air, dan sebagainya,” jelas Lasmina.
Selain itu, pihak sekolah juga membiasakan program “Pungut Sampah Sebelum Belajar”. Program ini membiasakan para siswa untuk membersihkan sampah yang berserakan sebelum mereka mulai masuk kelas. Jika tidak melakukan, para siswa akan diberikan sanksi menulis oleh para guru.
Hal ini berdampak positif bagi para murid. Saat ini tidak ada lagi diantara mereka yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, murid juga senantiasa memungut sampah yang tampak berserakan. (*/rus/b)

