GOWA, BKM — Desa Paranglompo, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Jumat (18/8). Suasana masih pagi. Kira-kira pukul 08.00 Wita.
Seorang lelaki paruhbaya bernama Sampara tiba-tiba saja mengamuk. Ia nekat menebas ibu mertuanya, Naisa (60) dengan sebilah parang.
Tak hanya melukai satu orang. Sampara juga memarangi anak tirinya, Santi yang berusia 15 tahun.
Kedua korban menderita luka parah. Sempat dilarikan ke Puskesmas II Bontolempangan, Naisa dan Santi kemudian dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.
Naisa yang beralamat di Kampung Batupepe, Dusun Barua, Desa Paranglompoa mengalami luka robek sabetan parang pada bagian belakang kepala. Sementara Santi menderita luka robek pada tangan kiri dan mendapat 10 jahitan. Peristiwa ini ditangani Polsek Bungaya, yang membawahi wilayah Bontolempangan.
Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan mengkonfirmasi peristiwa mengenaskan itu, ketika dihubungi Jumat sore kemarin. Kata dia, kasus ini ditangani Polsek Bungaya dan masih dikembangkan.
Menurut Mangatas, seusai melakukan aksinya, Sampara langsung langsung bersembunyi ke atas bubungan rumah panggung yang dihuninya. “Kasusnya sedang ditangani Polsek Bungaya, karena Bontolempangan masih satu wilayah hukum dengan Bungaya,” kata Kasubag Humas.
Dijelaskan, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP sambil berusaha mengamankan pelaku Sampara yang usianya diperkirakan berkisar 40-an tahun itu.
Dari keterangan sejumlah keluarga korban, pelaku diketahui menderita gangguan kejiwaan. “Soal itu (gangguan kejiwaan), petugas masih mendalami kebenarannya,” tandas Mangatas.
Kapolsek Bontolempangan AKP Ramli yang berusaha dikonfirmasi melalui telepon selularnya, tidak berhasil dihubungi. Sebab jaringan komunikasi via HP di wilayah pegunungan tersebut tidak mendukung.
Hingga berita ini dibuat, polisi masih terus berupaya mengamankan pelaku. Warga diminta untuk tidak mendekat ke TKP, karena Sampara tampak begitu beringas.
“Pelaku membawa parang, sehingga membuat masyarakat ketakutan. Apalagi pelaku terus mengamuk. Kondisi baru sedikit aman setelah pelaku bersembunyi di atas bubungan rumahnya,” terang Mangatas Tambunan. (sar/rus)
Amuk Menantu Tebas Mertua dan Anak Tiri
×

