pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Romantisme Pria Bugis Wapres JK

MAKASSAR, BKM — Wakil Presiden Jusuf Kalla merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pernikahan ke-50 di Jakarta, Minggu malam 27 Agustus 2017. Untuk pertama kalinya, orang nomor dua di Indonesia itu mewujudkan apresiasi cintanya kepada sang istri Mufidah Jusuf Kalla melalui puisi yang ditulisnya.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang menanggapi itu dengan menyebut JK punya sisi romantis. Apa yang dilakukan JK, kata Agus, merupakan bukti kecintaan kepada sang istri yang mendampinginya sejak mulai dari nol hingga seperti sekarang.
Keharmonisan JK dan istri patut dicontoh jika ingin mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
“Romantis Pak JK. Kita harus contoh beliau, karena di usianya saat ini, kehidupan pernikahannya tetap sakinah, mawaddah, dan warahmah. Tidak mudah menapaki mahligai rumah tangga hingga usia 50 tahun,” kata Agus, Senin (28/8).
Sementara itu, aktifis perempuan Ema Husain mengatakan, apa yang dilakukan JK terhadap istrinya merupakan salah satu bentuk apresiasi atau wujud kecintaannya kepada sang pasangan hidup.
Menurutnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengapresiasi rasa cinta kepada pasangan. Khususnya saat momen-momen spesial seperti ulang tahun perkawinan. Bisa dengan bunga, memasak untuk sang istri, membebastugaskan pasangan selama beberapa hari untuk kerja-kerja domestik, dan sebagainya.
“Kebetulan Pak JK memberi apresiasi dan bentuk kecintaannya dengan menulis puisi. Itu sesuatu yang sangat manis,” ujarnya.
Dia melanjutkan, adalah sesuatu yang wajar bahkan dibutuhkan, untuk menunjukkan rasa sayang dan cinta kepada pasangan masing-masing. Itu tak lain untuk lebih merekatkan hubungan dan mempertebal rasa sayang maupun cinta kepada istri.
Istri memang patut mendapatkan kejutan-kejutan manis seperti itu, karena punya peran utama dalam kehidupan berumah tangga. Mulai dari nol membangun pondasi hingga kokoh, susah senang dilewati bersama, hingga menjadi sukses, semua karena peran seorang istri.
Penasihat JK, Husain Abdullah mengatakan puisi yang dibuat JK menggambarkan bagaimana sang kosong dua RI itu memelihara perasaan begitu lama hingga 50 tahun agar tak lekang ditelan zaman.
Abadi dalam benak dan pikirannya tentang pahit getir dan romantika yang dirasakan bersama Ibu Mufidah.
Puisi itu juga menggambarkan jawaban cintanya, hanyalah pilihan kertas hijau atau merah.
“Alhamdulillah, Pak JK mendapatkan greencard cintanya. I love you menyusul 50 tahun kemudian, setelah JK membuktikan ia hidup dengan seorang istri yang ia cintai seperti ibunya,” pungkas Husain.
Legislator Partai Nasdem Sulsel Andi Rachmatika Dewi menilai, puisi JK sangat romantis dan memperlihatkan bila dia seorang lelaki Bugis. “Romantisme lelaki Bugis. Pak JK menjadi panutan untuk kita semua dalam membina rumah tangga,” ujar Cicu, panggilan akrab Andi Rachmatika Dewi, Senin (28/8).
Cicu yang juga lain wakil ketua DPRD Sulsel ini menilai JK sosok yang pandai membagi diri antara urusan umat dan keluarga. “Tergambar di puisinya beliau sangat mencintai dan menghargai istrinya yang setia mendampingi dalam suka duka kehidupan,” ujar perempuan yang telah dikaruniai seorang buah hati ini.
Pujian sama juga dilontarkan legislator PAN Sulsel Andi Irwandi Natsir. “Wah keren, romantika cinta masa lalu seorang JK. Keteguhan seorang pemuda Bugis yang memperjuangkan cintanya dengan cara-cara beradab. Sungguh gemerlap ataupun kemewahan bukanlah satu-satunya cara yang membuat seseorang jatuh hati. Tapi justru kesederhanaanlah yang menyempurnakan diri seorang wanita sebagaimana dimiliki Ibu Mufidah. Barakallah fii umurik Bapak JK. Semoga senantias dalam lindungan Allah SWT,” tulis Irwandi melalui Whatsapp, kemarin.
Sebelum duduk sebagai legislator Sulsel, Irwandi pernah menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bone, tanah kelahiran JK. (rhm-arf/rus)

Setengah Abad yang Indah

Di hari minggu yang sama setengah abad yang lalu, kita duduk bersanding dengan penuh bahagia. di aula hotel negara, Makassar yang pada waktu itu cukup terpandang. Sekarang sudah bubar itu hotel.

Setelah paginya akad nikah di rumah, yang dipenuhi para keluarga, itu hari terindah dalam hidupku. aku pertama kali melihatmu, waktu kita di SMA. Kita bersebelahan kelas. Karena kau adik kelasku. Aku terpesona dengan kesederhanaanmu. walaupun kau sempat takut tak peduli padaku. Aku menyukaimu pada detik pertama aku melihatmu.

Tujuh tahun lamanya aku berusaha untuk mendekati dan meyakinkanmu. Tapi engkau seperti jinak jinak merpati. sama dengan nama jalan di depan rumahmu. Antara mau dan tidak sering membingungkan tidak jelas. Aku bersabar berjuang dengan waktu. Namanya pacaran tapi kurang asyik seperti teman teman saya lainnya.

Kemana-mana kau dikawal oleh adik adikmu kayak paspampres saja. Walaupun aku punya vespa tapi kamu enggak pernah mau dibonceng. Selama tujuh tahun kita hanya sekali nonton bioskop. itupun dengan teman temanmu. sehingga untuk bisa memgang tanganmu saja, sangat sulit.

Tapi kutahu hal yang sulit biasanya berakhir manis. akar budaya kita memang berbeda, antara Bugis dan Minang. Orang tuamu terkadang khawatir karena engkau anak perempuan satu satunya. adiknya lakki laki semua.

Orang tuaku pula sering salah mengerti adat minang. Kenapa perempuan lebih banyak menentukan. perbedaan yang nyaris menduakan kita. Kalau ke rumahmu harus siap untuk sabar. Mendengar petuah bapakmu degnan suara yang pelan, seperti guru menasehati muridnya. Karena memang bapak dan ibumu juga guru. Aku ingin menemuimu tapi bapakmu menyembunyikanmu.

Kau baru dipanggil keluar kalau saya permisi pulang. sebenarnya itu termasuk perilaku yang kejam. Datang ke rumahmu sore hari sebelum magrib, begitu magrib aku berdiri dan azan dengan fasih. Keluar salat berjamaah yang diimami oleh bapakmu.

Ini juga penting dengan bapakmu aku juga lagi salat. setelah tamat SMA kau bekerja di BNI. (lalu) kuliah sore. Sampai kuliah aku juga bekerja di kantor bapakku, agar bisa sering terbang, sekali seminggu aku minta menjadi asisten dosen dan mengajar di kelasmu tanpa honor. semua itu agar bisa bertemu dengan mu, dan melihat senyummu.

Keras sekali perjuanganku tapi demi menatapmu

Akhirnya kau luluh juga. ayahku akhirnya memahami perbedaan adat kita, selain ibuku dan sahabatnnya memberi nasihat. Mungkin juga setelah membaca buku Hamka, tenggelamnya kapal Van der Wijk.

Semua itu karena untuk melihat senyummu.

Saat orang tuaku melamarmu untuk jadi istriku, aku melihat cakrawala tersenyum perjuangan cinta bertahun tahun yang berbuah manis. Setelah kita menikah aku menjalankan perusahaan ayahku. kau sekretaris, merangkap keuangan karena kita belum bisa, memegang pegawai tambahan.

Disamping mengasuh anak dan mengurus rumah dengan baik. anak-anak kita kau asuh sendiri tanpa suster suster seperti cucu kita sekarang.

Selama 50 tahun kau chef terbaik yang ku kenal karnanya kita jarang makan di restoran. di kantor pun setiap hari kau kirim makanan. teman teman selalu menunggu apa yang akan kau hidangkan. Kau tahu cintamu terus mengitariku karena hidangan yang kau buat.

50 tahun kita jalani 33 tahun di makassar dan 17 tahun di jakarta. sungguh suatu perjalanan yang panjang. kita jalani hidup tanpa tanpa berubah kecuali

Aku suka kesederhanaanmu sejak pertama aku melihatmu dan sekarang kesederhanaanmu terindah. Secara ekonomi gaji pejabat negara tidak besar. termasuk Bapak Jokowi. lebih besar hasil usahamu yang bermacam macam, sampai tambak udang sambil menelpon dari meja riasmu.

Mungkin perpaduan semangat Minang dan Bugis yang kau alami. Kau perempuan hebat istriku.

Dalam aura kesederhanaanmu tersimpan energi yang dahsyat. Orang bugis tak fasih berkata kata indah. Kecintaannya ditunjukkan oleh perilaku, bahasa tubuh, dan senyumnya. Untuk romantispun aku tak pandai ucapkan dengan kata kata.

Karena itu aku minta maaf kepadamu, karena selama 50 tahun aku tak pernah beri bunga sambil berucap i love you.



×


Romantisme Pria Bugis Wapres JK

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar