pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bersama Tim, Ciptakan Robot Sepakbola Beroda

ROBOT memiliki daya tarik tersendiri bagi manusia untuk diperbincangkan. Masih menjadi perdebatan, apakah di masa yang akan datang robot akan benar-benar menggantikan peran manusia.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

DI ERA modern seperti sekarang ini, kehadiran robot telah menyita perhatian. Ada kekhawatiran, jika robot nantinya akan lebih banyak digunakan di dunia industri. Akibatnya, akan berdampak pada menurunnya jumlah tenaga kerja dari kalangan manusia.
Sebaliknya, ada pula yang berpikir bahwa robot hadir untuk mempermudah pekerjaan manusia, sehingga bebannya lebih ringan.
Namun sejatinya, hal yang terjadi di waktu yang akan datang sangat dipengaruhi oleh prilaku saat ini. Untuk saat ini, bagaimanakah manusia memandang sebuah robot?
Jawabannya mungkin bisa didapat dari makin banyaknya kontes robot yang diselenggarakan. Tidak ada masalah. Manusia cenderung senang akan keberadaannya. Karena sebagian orang memandang bahwa robot adalah sebuah karya inovatif yang perlu diapresiasi.
Wahyudi kembali bercerita mengenai pengalamannya mengikuti sebuah kontes robot. Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah kontes robot terbesar yang pernah diikutinya.
KRI sendiri merupakan rangkaian program pengembangan robot yang dilaksakan oleh Kementerian Ristekdikti. Peserta yang berhasil mengikuti kejuaraan ini tentu bukan orang biasa.
Mulai dari penyeleksian regional IV saat itu di Universitas Telkom Bandung, Wahyudi beserta timnya berhasil lolos ke tingkat nasional. Ia menjadi salah satu finalis dari seleksi yang diikuti oleh berbagai universitas yang ada di Sulawesi dan Jawa bagian timur.
Di tingkat nasional, timnya bersaing dengan berbagai universitas unggulan yang ada di Indonesia. Mulai dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Islam Sutan Agung (Unissula) Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan masih banyak lagi.
Ada beberapa kategori yang diperlombakan dalam ajang tersebut. Antara lain Aburobocon, Robot Seni Tari, Robot Sepakbola Humanoid, Robot Sepakbola Beroda, dan Robot Pemadam Kebakaran. Wahyudi sendiri mengikuti salah satu kategorinya, yaitu Robot Sepakbola Beroda.
Timnya saat itu berjumlah tujuh orang. Semuanya telah memiliki tugas masing-masing. Tiga orang sebagai peserta dan empat orang bertindak selaku mekanik.
Robot yang diciptakan Wahyudi dan timnya sangatlah unik. Dimana robot tersebut bergerak otomatis memainkan sepakbola.
“Robot yang kami ciptakan itu bergerak sendiri. Kami telah memasangkan berbagai sensor otomatis dalam robot tersebut. Jadi saat pertandingan, kita hanya menonton saja robotnya main bola,” terang Wahyudi.
Bukanlah waktu yang singkat untuk mempersiapkan semuanya. Wahyudi beserta timnya membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk merakit tiga robot yang bertanding dalam satu tim tersebut.
“Kita pakai tiga robot dalam pertandingan sepakbola itu. Ada yang jadi kiper, ada penyerang, ada juga yang jadi bek. Semuanya kita persiapkan selama dua bulan,” tambahnya.
Robot yang dipertandingkan sudah ditentukan jenisnya oleh juri. Dari besar dan berat robot tersebut telah ditentukan. Namun untuk penambahan fitur-fitur sensor, tidak dibatasi.
Wahyudi mengatakan, untuk panjang setiap robot miliknya mencapai setengah meter. Fitur-fitur sensor yang ia tambahkan mulai dari sensor kompas untuk menentukan arah, kamera pixy, sensor ultrasonik sebagai pendeteksi bola, dan pneumetik untuk menendang bola.
Di ajang tersebut, semua robot yang dipertandingkan sebenarnya memiliki kualitas yang hampir sama. Namun disayangkan, penjuriannya bukan berdasarkan dari kreativitas robot. Melainkan jumlah goal yang bisa dihasilkan oleh para robot.
“Kami belum beruntung kemarin karena kalah di pertandingan dan hanya masuk delapan besar. Tapi bangga sekalilah bisa berlaga di sana. Apalagi dari kategori robot sepakbola beroda, kami satu-satunya perwakilan dari Makassar,” kata Wahyudi.
Wahudi pun berharap bisa lebih mengembangkan lagi robot ciptaannya. Walaupun di ajang robot lainnya ia kerap mendapat juara, namun KRI menjadi sangat bergengsi baginya. Ia pun akan mencoba lagi di tahun selanjutnya, seraya berharap perkembangan dunia robot, khususnya di Sulsel semakin barkembang. (*/rus/b)



×


Bersama Tim, Ciptakan Robot Sepakbola Beroda

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar