MAKASSAR kini tengah menuju kota dunia. Tidak heran jika banyak bermunculan komunitas yang tak biasa. Mulai dari yang sifatnya serius, sampai sekadar untuk hiburan. Tergantung hobi dan kebiasaan yang sama dilakukan oleh beberapa orang, sehingga sepakat membentuk komunitas.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
SALAH satu komunitas yang tergolong unik saat ini di Makassar adalah Japan Lovers Community Makassar (JLO COM). Kumpulan ini terlahir dari sekelompok orang yang menyukai berbagai budaya Jepang. Kegiatan yang mereka lakukan pun pasti berhubungan dengan budaya dan tradisi Jepang.
Salah satu anggota JLO COM, Muhammad Rezqi Irfan mengatakan, JLO COM adalah komunitas bagi orang-orang pecinta budaya Jepang. Semua kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini berbau Jepang. Mulai dari pakaian, musik, tarian, dan semuanya harus mengandung unsur Jepang.
JLO COM sendiri memiliki enam bidang dalam melaksanakan setiap kegiatannya. Mulai dari musik, dance, cosplay, fashion, food, dan pengajaran.
Beberapa programnya pun tergolong unik. Ada belajar menari Jepang. Menyanyikan lagu-lagu Jepang. Menggelar fashion show pakaian Jepang. Pameran cosplay, bahkan sampai mengadakan wahana hiburan rumah hantu.
Lagu-lagu Jepang yang biasanya didendangkan oleh para anggota komunitas ini telah melalui proses alih bahasa. Kadang lagu Jepang yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia, atau bahkan sebaliknya, lagu Indonesia yang telah diartikan ke bahasa Jepang.
Untuk cosplay, mereka sering tampil dengan menggunakan beberapa kostum anime Jepang. Misalnya Naruto, Sword Art Online, Final Fantasi, dan lain-lain.
Komunitas ini biasanya tampil dengan cosplaynya di beberapa acara ulang tahun maupun di beberapa festival Jepang. Contohnya, festival Jepang yang diadakannya sendiri sekitar dua tahun lalu di GTC Mal Makassar.
Kegiatan teranyar yang pernah mereka lakukan adalah membuat wahana hiburan rumah hantu. JLO COM kerap membuat rumah hantu di beberapa mal di Makassar. Terakhir, mereka mengadakannya di Daya Grand Square (DGS) pada Desember 2016 sampai Februari 2017 lalu.
Rumah hantu tersebut sengaja didesain dalam ruangan yang gelap. Di tempat tersebut pengunjung biasanya dipersilahkan masuk hanya satu sampai dua orang, supaya efek menyeramkan itu benar-benar timbul dalam diri para pengunjung. Di dalam ruangan, para anggota JLO COM telah bersiap menakut-nakuti para pengunjung dengan berbagai kostum hantu Jepang.
Antusiasme warga selalu meriah tiap kali JLO COM mengadakan wahana rumah hantu. Hanya saja saat diadakan di DGS lalu, saat akhir-akhir pelaksanaannya, dikatakan Irfan sudah mulai sepi pengunjung.
“Kita kan biasanya mengadakan rumah hantu ini beberapa hari saja kalau ada event. Nah, yang di DGS kemarin kami diberikan waktu sampai tiga bulan lamanya. Mungkin itulah juga yang membuat pengunjung sedikit jenuh,” kata Irfan.
Tapi, hal itu tak membuat beberapa orang yang mencintai Jepang kehilangan antusias. Bahkan di JLO COM sendiri, anggotanya kini telah mencapai lebih dari 50 orang.
Anggota JLO COM lainnya, Muhammad Rahim mengatakan, ia sangat senang telah bergabung di komunitas ini. Baginya, sangat membahagiakan bisa bergabung dengan orang-orang yang memiiki hobi dan kebiasaan yang sama dengannya.
Proses bertukar pikiranpun menjadi sangat mudah, karena saling memiliki kesamaan. “Saya mendapatkan banyak manfaat di sini. Selain karena kami memiliki hobi yang sama, sifat kekeluargaan di sini juga begitu kental. Jadi senang sekali,” ucap Rahim. (*/rus/b)

