MAKASSAR, BKM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel memberi atensi terhadap insiden penembakan Ariadi Kamal (20), mahasiswa Unibos yang terjadi Jumat malam (6/10) di Jalan Urip Sumohardjo. Melalui Wakapolda Brigjen Pol Mas Guntur Laupe, telah disampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya.
”Terkait insiden itu, kami sudah meminta maaf ke pihak korban dan keluarganya,” kata Wakapolda saat memberi klarifikasi kasus ini pada sebuah kedai di bilangan Jalan Landak, Makassar, Sabtu malam (7/10). Ia didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi.
Lebih jauh Brigjen Mas Guntur menjelaskan, tertembaknya seorang mahasiswa itu terjadi ketika petugas kepolisian tengah menggelar operasi dalam rangka mengantisipasi aksi balapan liar.
”Ada informasi dari masyarakat bahwa tengah berlangsung balapan liar di Jalan Urip Sumohardjo depan gedung DPRD Sulsel. Petugas Sabhara Polda datang ke lokasi dan membubarkannya,” jelas Wakapolda lagi.
Saat berusaha menghentikan aksi balapan liar, petugas melepaskan tembakan ke udara dengan menggunakan peluru karet. Belakangan diketahui jika peluru karet tersebut mengenai seorang mahasiswa. Kejadian itu lalu dilaporkan korban ke Propam Polda Sulsel.
”Nanti diketahui ada mahasiswa terkena peluru karet saat melapor ke Propam Polda. Jadi saya tegaskan, tindakan pembubaran aksi geng motor itu sudah sesuai dengan aturan,” tandas Mas Guntur.
Perwira bintang satu di pundaknya itu menerangkan, anggota kepolisian mengarahkan senjata terhadap geng motor pelaku balapan liar. Yang digunakannya bukanlah peluru tajam, melainkan peluru karet.
“Tidak ada peluru tajam digunakan oleh anggota kepolisian saat membubarkan geng motor yang balapan liar. Yang dipakai peluru karet dan mengenai seorang mahasiswa. Peluru karet itu hanya melengket di kulit. Laporannya sudah diterima propam polda dan sementara dalam penyelidikan,” jelas Wakapolda.
Mas Guntur mengungkap, dalam pembubaran aksi geng motor saat itu, petugas kepolisian sempat diserang oleh mereka dengan menggunakan batu dan panah. Beruntung tidak ada anggotanya yang jadi korban. (ish/rus)
Wakapolda Minta Maaf ke Korban Penembakan
×

