pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Terjun Payung Memakai Baju Bodo

TIDAK banyak perempuan di daerah ini yang menekuni olahraga terjun payung. Jika ada, hanya segelintir. Itupun biasanya dilakoni wanita angkatan udara (wara), sebagai salah satu dari tuntutan profesi. Dari yang sedikit itu, tercatat nama Suraedah.

Laporan: Rahmawati Amri

NAMA lengkapnya Suraedah Baharuddin. Akrab disapa Eda. Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sulsel.
Ia tidak hanya melakoni terjun payung sebagai hobi. Namun juga berhasil menorehkan sejarah bagi Sulsel.
Entah sudah berapa ratus kali dirinya mengembangkan payung parasut di udara. Terakhir kali, saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-348 Sulsel.
Berbeda dengan biasanya, Eda melakukan penerjunan menggunakan baju adat, yakni baju bodo berwarna pink atau merah muda.
Tentu saja, atraksi yang dipertunjukkan menimbulkan decak kagum orang-orang yang menontonnya. Terlebih lagi penerjunan dilakukan dengan sangat mulus alias happy landing, tepat di tempat yang telah ditentukan.
Dia satu-satunya penerjun perempuan yang ikut mewarnai kemeriahan HUT Sulsel. Bersama pasukan dari TNI AL dan TNI AU, Eda terjun di ketinggian 6.000 feet (kaki) dan buka payung di 4.500 feet.
Aksinya itu membuat orang nomor satu Sulsel Syahrul Yasin Limpo ikut bertepuk tangan. Bahkan gubernur meminta Suraedah naik ke atas panggung untuk bersalaman.
“Saya syukur bisa mengambil bagian di HUT ini. Bisa membuat gubernur dan orang-orang tersenyum itu kebanggaan,” kata Suraedah.
Suraedah sendiri bukan dari anggota TNI. Pengetahuan militer dia dapatkan dari organisasi kampus dan dari sang ayah yang berlatar belakang militer.
Dia telah melakoni kegiatan ini sejak tahun 1992. Menjadi penerjun payung, ilmu dan praktik dasarnya dia dapatkan sejak bergabung di Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 701 Universitas Hasanuddin.
“Saya hanya pernah mengikuti pelatihan di Menwa Unhas, latihan dasar militer,” sebutnya.
Terkait persiapan saat HUT Sulsel, dia melakukan istirahat dan makan cukup. Yang paling penting adalah mengikuti prosedur yang ada dan berdoa.
Sejumlah prestasi telah ditorekan olehnya. Antara lain juara I pada Kejuaraan Nasional sekaligus Pra Kualifikasi PON Terjun Payung, kategori Ketepatan Mendarat Perorangan Putri tahun 2002 di Jakarta. Juga juara II Kejuaraan Nasional Terjun Payung, Ketepatan Mendarat Beregu Putri pada Kejuaraan Nasional dan Pra Kualifikasi PON Terjun Payung tahun 2002 di Jakarta.
Di bidang pemerintahan, prestasi juga ditorehkannya. Penghargaan dari Gubernur Sulsel pada tahun 2014 sebagai juara I Penataan Ruangan Kantor Bidang Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai BKD Provinsi Sulsel.
Karena kemandirian dan ketangguhannya, putri pasangan H Baharuddin (purnawirawan TNI AD) dan Hj Subaedah ini memang layak diteladani oleh perempuan lain. (*/rus)



×


Terjun Payung Memakai Baju Bodo

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar