pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sensasi Penerjunan Malam di Pergantian Tahun

SELAMA menggeluti hobi terjun payung, Suraedah menikmati setiap momen yang dilaluinya. Baik ketika mulai mempersiapkan penerjunan, di atas ketinggian, hingga saat mendarat.

Laporan: Rahmawati Amri

SEJAK tahun 1992 hingga kini, tak terbilang sudah berapa kali Eda terjun payung. Kendati sudah melakukannya beratus-ratus kali, namun dia mengaku tetap mengalami sensasi yang berbeda-beda di setiap penerjunan.
Baginya, setiap penerjunan selalu berkesan. Dia mengingat saat melakukan penerjunan pertama, parasutnya mendarat di pohon jambu monyet yang berada di Lapangan Udara Hasanuddin. Namun dia sudah siap dengan segala risiko.
Banyak pengalaman tak terlupakan yang telah dialaminya. Salah satu ketika dia bersama tim melakukan penerjunan malam hari, ketika pergantian tahun 2002-2003.
Bersama 35 orang lainnya, Eda terjun dari atas wilayah Bali sekitar pukul 00.10. Keluar dari pesawat dalam keadaan gelap gulita. Di bawah hanya ada lampu kelap-kelip yang menandakan titik pendaratan. “Terjun malam risikonya lebih besar,” ungkapnya.
Sudah banyak wilayah udara yang dinikmati dengan parasutnya. Termasuk di luar negeri, seperti Malaysia.
Perempuan tangguh ini tercatat sebagai atlet terjun payung Sulsel. Spesialisasinya accuracy atau ketepatan mendarat.
Sebagai penerjun payung, Eda sebenarnya bisa dengan mudah untuk mendaftar sebagai anggota TNI. Karena memiliki nilai plus sebagai penerjun payung. Namun ternyata garis hidupnya berada di jalur birokrasi.
Meski begitu, saat menjadi PNS, Eda tetap konsisten melakoni hobinya. Dia ingin menandaskan komitmennya jika sipil, apalagi perempuan juga bisa menggeluti hobi ekstrim itu. Bahkan ia berharap, semakin banyak lagi orang-orang sipil yang menggelut hobi yang kini dilakoninya.
Lebih dari, terjun payung bukan hanya sebatas hobi. Namun untuk meraih prestasi, agar bisa mengharumkan nama daerah.
Karena dia melihat kecenderungan yang ada saat ini, di mana prestasi atlet terjun payung Sulsel makin menurun. Menurut Eda, para atlet itu butuh sarana dan prasarana yang lebih baik lagi untuk berprestasi.
Dia memimpikan, suatu saat atlet terjun payung Sulsel kembali menorehkan prestasi, bukan hanya skala nasional namun juga internasional. Semoga. (*/rus)



×


Sensasi Penerjunan Malam di Pergantian Tahun

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar