pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Danny Marah PLN Seenaknya Matikan Listrik

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Muh Ramdhan Pomanto bersuara keras. Ia meminta PLN untuk tidak semena-mena dan seenaknya mematikan listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pelanggan.
”Saya menghimbau PLN jangan seenaknya mematikan listik tanpa ada pemberitahuan. Karena dampaknya bisa seperti ini. Musibah ya tetap musibah. Namun semua ada sebabnya. Penyebabnya itulah yang kita hindari. PLN jangan semena-mena memadamkan listrik begitu saja,” kata wali kota ketika melayat ke rumah duka korban kebakaran yang terjadi di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (26/10).
Dalam kejadian yang berlangsung Rabu malam (25/10) ini, tiga orang meninggal dunia. Masing-masing Nursiah (50), Fitri (33) dan Rafanda (2). Mereka adalah mertua, istri serta anak dari Wirahadi, staf Bagian Umum Pemkot Makassar.
Ketiga korban meninggal disemayamkan di rumah keluarganya Jalan Balana, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Makassar. Langkah itu ditempuh, karena rumah mereka telah rata dengan tanah akibat dilalap si jago merah.
Dalam kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Danny ini menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Wirahadi. Ia sangat menyayangkan, karena lilin yang memicu terjadinya kebakaran dinyalakan ketika listrik padam di wilayah Tamalanrea.
“Ini kan lilin yang dibakar saat mati lampu, lalu merembet ke gorden. Pemadaman listrik tidak pernah disampaikan sebelumnya. Paling kalau ada pemberitahuan kalau ada kenaikan tarif listrik. Terus kalau tidak dibayar, listrik diputus,” ketusnya ditemui terpisah usai menghadiri acara di sebuah hotel, kemarin. .
Menurut Danny, pemadaman listrik ini juga berdampak pada pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya. Padahal instalasi penting seperti ini tidak boleh mati listriknya.
“Kalau di rumah sakit itu harus 24 jam nyala terus. Kalaupun ada pemadaman PLN, harus jauh sebelumnya memberitahu ke pihak terkait. Jangan sudah kejadian baru kelabakan, akibatnya fatal,” tandasnya.
Agar peristiwa serupa tak terulang lagi, Danny akan melayangkan surat secara tertulis kepada pihak PLN atas keteledorannya telah merugikan warga.
”Masa’ kota begini mati lampu sampai 12 jam lamanya. Termasuk RS Daya juga mati lampu. Saya juga marah ke situ. Coba bayangkan, ada rumah sakit mati lampu. Untuk PLN, terus terang saya protes. Tapi saya protes lewat media saja, karena lebih cepat dan lebih mudah,” ujarnya dengan nada tinggi.
Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsul Bachtiar mengatakan, api diduga berawal dari ruang tamu. Saat kejadian semua korban tengah tertidur pulas di dalam kamar.
”Dugaan sementara, kebakaran akibat api dari lilin yang mengenai kain gorden. Selanjutnya api membakar habis dinding tripleks di rumah korban,” jelas Kompol Bahtiar, kemarin.
Ketika api sudah membesar, lanjut Bahtiar, korban diperkirakan berusaha menyelamarkan diri dan masuk ke dalam kamar mandi. “Ketiga korban ditemukan dalam keadaan terngkurap di dalam kamar mandi,” sebutnya.
Menurut kesaksian warga sekitar, ketika api tengah berkobar, terdengar teriakan minta tolong dari dalam rumah. Warga kemudian berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) yang tiba di lokasi berhasil memadamkan api. Tim forensik kemudian melakukan proses evakuasi terhadap ketiga korban yang sudah tak bernyawa. Jasad mereka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan proses identifikasi. Setelah itu diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (ish-arf-mat/rus)




×


Danny Marah PLN Seenaknya Matikan Listrik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar