pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hadirkan Perubahan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar

KEGEMARANNYA membaca buku dan menulis. Berbagai prestasi pun berhasil diraihnya. Status duta baca tingkat Kota Makassar kini disandangnya.
Namanya Bulqis Amirah Syahidah. Sekarang tercatat sebagai siswi kelas III SMA Islam Terpadu Al-Biruni.
Terhitung sejak Mei 2017 lalu, cewek kelahiran Makassar, 9 November 1999 mulai mengemban amanah sebagai duta baca. Putri pasangan Muh Amri Arsyid dan Ruchwana Tenrisima ini mampu mengalahkan 10 nominator dari berbagai sekolah di Makassar. Mereka mengikuti seleksi selama dua hari yang digelar Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
Untuk menjaring duta baca yang benar-benar mampu meningkatkan minat baca dan menumbuhkan budaya gemar membaca, Dinas Perpustakaan Kota Makassar melakukan seleksi yang cukup ketat. Di hari pertama tes tulis dan wawancara. Hari kedua, peserta memperkenalkan programnya jika kelak terpilih menjadi duta baca.
Pada saat mengikuti seleksi, perempuan yang memiliki motto; Dengan Buku Gengam Dunia, ini mampu mengisi semua soal tes tulis. Sama sekali tidak ada kesulitan yang dirasakannya.
Begitu juga pada saat mengikuti tes wawancara. Di mana sehari sebelum ikut tes, materi tentang ilmu komunikasi, pengetahuan umum, kepribadian dan perpustakaan dia pelajari. Materi itu dia dapat sebagian dari buku cetak dan internet.
“Awalnya saya ragu, karena informasi yang saya dapat dari guru kelas kalau Dinas Perpustakaan Kota Makassar mencari duta baca dan membuka seleksi itu saya dapat satu hari sebelum seleksi dimulai. Jadi persiapannya tidak jauh-jauh hari. Ccuma satu hari. Setelah saya dapat informasinya, saya langsung mendaftar dan pulang ke rumah. Besoknya saya ikut tes,” kata perempuan hobi basket ini.
Kecemasan akan kesulitan mengisi soal tes tulis hilang seketika saat dia melihat dan membaca soal-soal yang diujikan, semuanya sudah dia pelajari malam harinya. Dia tersenyum dan langsung mengerjakan soal-soal yang ada. Setelah itu mengikuti tes selanjutnya, yaitu wawancara.
Tes tulis dan wawancara telah dia lewati. Hari kedua dia mengikuti presentasi dan memperkenalkan programnya. SMS program awal yang dipaparkan dihadapan tim penilai. SMS singkatan dari Survei, Menata dan Sosialisasi.
Hanya membutuhkan waktu sehari saja, dirinya mampu membuat program SMS. SMS bertujuan meningkatkan minat baca orang-orang dengan lebih dulu mencari tahu masalah atau penyebab mengapa orang-orang kurang minat untuk membaca.
Selanjutnya, dibangkitkan kecintaan membaca dan gemar membaca serta terus melakukan sosialisasi, baik di lingkungan sekolah, tempat tinggal dan di organisasi sekolah.
“Senang setelah namaku disebut dan terpilih menjadi duta baca. Berkat program SMS juga sudah banyak perubahan terlihat, khususnya di sekolahku. Dulu perpustakaan dalam sekolah terlihat hanya seperti gudang buku. Sekarang ini lebih tertata dan rapi. Dulu tidak ada karpet dan meja, jadi tidak bisa baca dalam perpustakaan. Sekarang ini siswa sudah nyaman masuk dalam perpustakaan dan sudah bisa langsung baca buku dalam perpustakaan,” terangnya.
Lalu apa cita-cita Bulqis? Ia menyebut duta besar. Ini begitu kuat tertanam dalam dirinya.
Terpilihnya ia menjadi duta baca tingkat SMA Kota Makassar, diyakininya sebagai awal kesuksesan meraih cita-citanya tersebut. Agar dapat terwujud, tentu harus melalui proses dan perjuangan. Disadarinya, seorang duta besar haruslah orang cerdas. Karenanya, semangat belajar terus dia pelihara. Diapun berencana melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Dari dulu ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sampai sekarang di kelas XII SMA IT Al-Biruni, perempuan yang senang membaca buku karya Donny Dhirgantor berjudul 5cm ini telah banyak mengecap aneka lomba. Diantaranya Olimpiade Sains Nasional (OSN) Geografi tingkat kabupaten/kota, lomba nulis cerita rakyat, lomba debat hingga terpilih sebagai duta baca tingkat SMA dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar.
“Saya mau jadi dubes. Mau menjadi perwakilan negara untuk membangun hubungan antarnegara. Menjadi duta baca mungkin awal saya meraih cita-cita itu,” ujarnya.
Gelar Duta Baca yang disandangnya kini tidaklah sia-sia. Dia mampu membuat perubahan nyata, khususnya di lingkungan sekolahnya. Tema-temannya kini semakin tahu dan sadar manfaat ketika banyak membaca buku.
Pihak sekolah juga memberikan kesempatan bagi siswa siswi, sebelum belajar di kelas untuk masuk ke perpustakaan membaca buku selama 15 menit. Tidak bosan dia juga terus mengajak teman-temannya membaca buku ataupun artikel di internet sesuai yang diinginkan.
“Sosialisasi pentingnya membaca buku bukan cuma di dalam sekolah saja. Di tempat tinggal dan organisasi saya juga melakukannya. Jelasnya di mana saja saya harus mengajak orang-orang membaca buku, karena dengan buku kita genggam dunia,” terangnya.
Diakui Bulqis, minat baca generasi muda sekarang ini sudah baik. Telah banyak diantara mereka yang menggengam smartphone, sehingga bisa membaca dari alat komunikasi tersebut. Di smartphone juga bisa membaca artikel-artikel yang edukatif. Tergantung apa yang dicari dan diinginkan. (arf/rus)



×


Hadirkan Perubahan di Sekolah dan Lingkungan Sekitar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar