MAKASSAR, BKM — Asong (37), warga Jalan Dg Tantu 1 Lorong 3, Kelurahan Rappokalling harus berurusan dengan petugas Polsek Tallo. Ia diamankan karena perbuatannya yang menganiaya tiga orang sekaligus.
Masing-masing Asrullah alias Asrul (32) warga Jalan Adipura I Lorong IIIC Nomor 102, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang. Sementara dua korbannya merupakan warga Jalan Dg Tantu 1 no 1, Kelurahan Rappokaling, yakni Arham dan Dg Unding (52).
Tidak hanya perbuatannya menganiaya tiga orang yang menyeret Asong ke proses hukum. Pria berkepala plontos itu juga mengaku dirinya seorang polisi saat melakukan aksinya. Ketiga korban pun bersepakat untuk melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Tallo.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tallo Kompol Amrin AT, Minggu (29/10), membenarkan peristiwa tersebut. Diapun menjelaskan ihwal peristiwa penganiayaan itu berdasarkan keterangan korban.
Bermula pada hari Jumat (27/10). Korban bernama Asrul tengah mengendarai mobil. Saat itu ia hendak menikung di Jalan Rappokalling. Tiba-tiba saja pelaku yang mengendarai sepeda motor langsung terjatuh. Mobil yang dikemudikan Asrul kemudian dituding sebagai biang kejadian tersebut.
”Dia (pelaku) dalam kondisi mabuk. Saat naik motor dia terjatuh. Sebelumnya, ada korban yang naik mobil hendak menikung. Menurut pelaku, mobil korban yang menyeruduknya hingga terjatuh,” jelas Kompol Amrin.
Melihat kejadian itu, Asrul kemudian turun dari mobilnya. Ia bermaksud memberi pertolongan. Namun, pelaku langsung marah-marah dan menuduh mobil Asrul yang menyeruduknya. Adu mulut pun terjadi, hingga berujung adu jotos.
Pelaku yang sudah kalap, terlebih dalam pengaruh minuman keras, langsung mengamuk. Dia menonjok bibir dan hidung korban hingga berlumuran darah.
Warga yang melihat kejadian itu berusaha melerai keduanya. Seorang warga bernama Arham mencoba menghampiri Asong. Saat itulah pelaku menyebut dirinya sebagai anggota kepolisian.
Meski begitu, Arham tetap berusaha memisahkan perkelahian. Namun nahas, ia juga jadi sasaran amukan Asong. Ia mengalami luka robak pada ketiak sebelah kiri.
Selain Arhan, seorang warga lainnya bernama Dg Unding juga mencoba melerai. Tapi, lagi-lagi ia juga jadi sasaran penganiayaan. Dg Unding mengalami luka tusuk pada bagian lengannya. Pelaku menggunakan kunci motor.
”Jadi ada tiga orang korban penganiayaan yang dilakukan pelaku Asong. Pertama, seorang sopir mobil bernama Asrul yang mengalami luka pada bagian bibir dan hidung. Dua orang lainnya adalah warga yang hendak melerainya, yakni Arham dan Dg Unding. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung kabur. Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya,” jelas Amrin.
Aparat Polsek Tallo yang menerima laporan korban, kemudian bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tak lama berselang, Asong ditemukan di rumahnya dalam posisi terbaring dan meringis kesakitan. Dia kemudian diamankan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat bantuan medis. Setelah itu digiring ke Mapolsek Tallo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain Asong, polisi juga menyita barang bukti dua unit sepeda motor Honda Vario warna merah bernomor polisi DD 2988 UP, dan Honda Revo warna hitam DD 2838 XX.
Polisi masih mengejar seorang rekan Asong bernama Tolang (30), warga Maros. Ia diduga turut serta melakukan penganiayaan terhadap ketiga korban.
”Keduanya beriringan mengendarai sepeda motor. Saat melihat Asong menganiaya korban, temannya itu ikut membantu,” beber Amrin.
Menurut Amrin, aksi penganiayaan oleh pelaku terhenti ketika massa berdatangan ke lokasi. Keduanya menjadi sasaran amukan, lantaran mengaku anggota kepolisian. Karenanya, ketika ditemukan dia dalam kondisi kesakitan. (ish/rus)
Pria Mengaku Polisi Aniaya Tiga Warga
×

