pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Syahrul Titip Proyek Kereta Api ke Suardi

MAKASSAR, BKM — Wakil Bupati, Suardi Saleh akhirnya resmi menjadi Bupati Barru definitif, Rabu (15/11). Pelantikannya dilakukan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Ruang Pola Kantor Gubernur untuk menyelesaikan sisa masa jabatan
2016-2021.
Pelantikan Suardi Saleh sebagai Bupati Barru dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 131.73-8516/2017 tentang Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Barru Provinsi Sulsel.
Diketahui, sebelumnya Suardi Saleh menjabat wakil Bupati Barru, mendampingi Bupati Idris Syukur. Namun, Idris Syukur dinonaktifkan dari jabatannya, setelah terjerat persoalan hukum.
Usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Suardi Saleh, Syahrul mengingatkan beratnya tanggung jawab sebagai pejabat sekaligus pelayan masyarakat.
Secara khusus, Gubernur SYL berharap proyek kereta api Trans Sulawesi menjadi perhatian serius. Apalagi, Kabupaten Barru menjadi titik awal dimulainya proyek tersebut.
“Saya titip Pak Bupati, kereta api jalan terus. Tapi ini bukan cuma tanggung jawab bupati saja, tetapi kita semua” ujar Syahrul YL.
Sejauh ini baru ada 16 kilometer rel yang terpasang. Padahal pemerintah menargetkan tahun 2019 mendatang, kereta api ini sudah bisa berfungsi minimal untuk angkutan material semen.
“Kereta api mutlak harus ada. Semua pejabat harus konsentrasi. Bukan hanya bupati, tapi juga kapolres, dandim dan kajari,” tegasnya.
Ia mengatakan, selama ini tidak ada bupati atau gubernur yang berhenti. Hanya orangnya yang berganti. Pemerintahan harus tetap berjalan.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah melegitimasi sebuah proses agar lebih baik lagi, dan pemerintahan yang ada menjadi rahmat dan melindungi rakyat,” kata Syahrul.
Ia mengatakan, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang berpihak pada rakyat, tidak meladeni dirinya sendiri. Tentunya, mulai dari desa dan kelurahan, kecamatan hingga kepala daerah.
“Ukurannya adalah hadirnya kedamaian, ketentraman dan keteraturan. Tidak ada orang yang menginjak-injak aturan. Kalau hadir seperti ini, saya jamin akan ada akselerasi yang tepat dan kita tidak menyia-nyiakan tanggung jawab kita. Tidak gampang menjadi pejabat,” terangnya.
Tidak sampai di situ. Syahrul juga mengingatkan agar pemerintah daerah di Kabupaten Barru memberikan ruang bagi bisnisman bergerak tanpa beban di daerah tersebut.
“Barru itu tempat mengukur kecerdasan, akal dan intelektual, serta budaya. Jadi, jangan ada pengusaha di sana yang gamang. Jangan sogok-sogok, jangan pungli, dan jangan korupsi. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi besok,” pesan Syahrul.
Sementara itu, Bupati Barru, Suardi Saleh berjanji akan melakukan akselerasi untuk memenuhi target RPJMD yang telah disusun bersama pasangannya.
Menurutnya, proses pelantikan yang baru saja dijalani hanya untuk memperjelas kedudukannya. Terkait tugas dan tanggung jawab, selama ini telah ia lakukan.
“Saya tetap lanjutkan pemerintahan yang sudah ada. Mungkin langkah awal hanya pengisian jabatan yang lowong saja, terutama di eselon III dan IV,” ungkapnya.
Khusus untuk proyek kereta api, menurutnya tak ada masalah. “Kita sudah maksimal menyiapkan lahannya, tinggal anggaran. Termasuk anggaran fisiknya dari pusat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barru Suardi Saleh juga menandatangani pakta integritas, disaksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Barru, serta undangan yang hadir.
Terkait posisi wakil bupati yang akan mendampingi, Suardi belum mau berkomentar banyak. Ia beralasan, hal tersebut masih akan dibicarakan dengan empat partai pendukungnya, yaitu PPP, Gerindra, Hanura dan PKS.
Dihubungi terpisah, Sekretaris DPD PKS Barru Muhammad Nasir yang juga Sekum TOM (Tim Optimalisasi Musyaraqah), mengatakan bahwa secara internal pihaknya sudah menyiapkan tiga kader internalnya. Yakni dua dari DPD Barru, masing-masing Hj Nurhasbiah dan Hamsiaty. Sedangkan dari DPW Rusdi Hidayat.
Hingga saat ini belum ada pertemuan antara pihak partai pengusung untuk membahas calon pendamping Suardi Saleh. Posisi cawabup nantinya akan disepakati dua calon dari tiga partai pengusung yakni PKS, Gerindra, PPP dan Hanura.
Dari dua calon wabup inilah yang akan diajukan ke Suardi Saleh selaku bupati, dan selanjutnya dikirim ke DPRD untuk dibahas. Tetapi posisi wabup bagi PKS masih terbuka jalur lobi dari partai pengusung.
“Jadi sampai saat ini belum ada cawabup. Kalau ada yang mengklaim, berarti itu manuver,” pungkasnya. (rhm-udi/rus)



×


Syahrul Titip Proyek Kereta Api ke Suardi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar