pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sendok Rp150 Juta, Selimut Rp44 Juta, Sprei Rp16 Juta

MAKASSAR, BKM — Satu lagi item belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Pemkot Makassar 2018 bernilai fantastis. Pengadaan alat rumah tangga dan dapur mencapai Rp2.544.679.000.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Makassar Erwin Syafruddin Hayya, menyebut anggaran tersebut tidak naik dari tahun sebelumnya. Meski harga-harga barang sudah naik akibat terjadinya inflasi. Apalagi, alokasi tersebut diperuntukkan bagi seluruh jajaran pemerintah kota yang jumlahnya ratusan orang selama setahun.
“Itu nilai yang kecil. Kita contohkan anggaran biaya sendok untuk wali kota bersama lima orang anggota keluarganya hanya Rp150 juta dalam setahun. Kalau kita kalkulasikan, berarti harga masing-masing sendok dan garpu sama dengan Rp150 juta dibagi 365 hari, dibagi lima orang, dibagi dua biji, dibagi tiga kali makan, maka ketemu angka harga satu sendok atau garpu kurang dari Rp14 ribu. Suatu angka yang kecil. Harga sendok yang sangat sederhana,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Senin (27/11).
Erwin menambahkan, sesuai usulan Sekertariat Daerah Makassar, pengadaan peralatan dapur pemkot jika ditotalkan keseluruhan anggaran yang diusulkan sebesar Rp1.338.049.000. Termasuk pengadaan tabung gas sebesar Rp3,6 juta. Pengadaan kompor gas sebesar Rp32,5 juta. Dispenser sebesar Rp12 juta. Lemari es Rp52 juta. Peralatan makan sebesar Rp1,061 miliar. Pengadaan blender Rp2.1 juta. Pemanas Rp45,775 juta. Lemari dapur Rp52 juta. Mesin cuci Rp55 juta. Tempat penyimpanan Rp12 juta. Panci sebesar Rp8 juta, dan setrika Rp2 juta.
Sementara untuk pengadaan penghias rumah tangga, jika ditotalkan angkanya sebesar Rp302.980.000. Meliputi pengadaan lampu hias sebesar Rp35.340 juta. Jam dinding Rp3.3 juta. Gorden Rp200 juta. Karpet Rp50 juta. Pembelian cermin Rp 14 juta.
Untuk pengadaan peralatan dan perlengkapan rumah tangga, jika ditotalkan mencapai Rp114.200.000. Meliputi pengadaan selimut sebesar Rp44 juta. Pengadaan sprei Rp16 juta. Jemuran Rp3 juta. Tempat sampah Rp3 juta. Bantal Rp6,8 juta. Taplak meja Rp44,2 juta.
Sisanya sebesar Rp786.450.000 digunakan untuk pengadaan kursi, rak buku, tempat tidur, sofa, meja, dan perlengkapan rapat.
“Pertanyaan yang timbul, masa’ Pak Wali ganti-ganti sendok dan dianggarkan terus untuk setahun? Memang, Pak Wali selalu ganti sendok, karena setelah pakai itu bakal disumbangkan. Anggaran sebesar itu hanya untuk kemudahan perhitungan anggaran saja,” jelas Erwin.
Termasuk, tambah Erwin, persiapan anggaran itu juga untuk kedatangan tamu-tamu dan melakukan jamuan makan bersama. Sehingga dibutuhkan peralatan makan yang lebih banyak dan perlengkapan lainnya.
“Cara penghitungan tidak perlu dipermasalahkan. Karena Pak Wali sudah menggunakan sendok dengan penuh kesederhanaan. Hanya Rp14 ribu per biji. Bayangkan,” tambahnya.
Anggota DPRD Makassar Mario David menilai, peralatan dapur dan rumah tangga pemkot saat ini masih bagus, kenapa diusulkan lagi. Hal itu, menurutnya, menghambur-hamburkan anggaran.
”Harusnya dukup dua kali saja selama pembahasan APBD pokok.
Takutnya mubazir saja peralatan yang kemarin. Masa’ sendok, gorden dan lainnya yang tidak habis itu, diusulkan lagi. Jadi yang kemarin diapakan. Kan itu jadi pertanyaan,” cetus legislator Partai Nasdem ini. (ita/rus)




×


Sendok Rp150 Juta, Selimut Rp44 Juta, Sprei Rp16 Juta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar