pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berharap Bisa Bantu Lapan di Dunia Antariksa

TAK mudah memang mengukir sebuah prestasi. Butuh kerja keras serta ketekunan yang konsisten. Sampai bisa berkompetisi di ajang nasional, jalan ke sana memang membutuhkan waktu yang lama. Iris pun mengalami hal itu.

LAPORAN: NUGROHO NAFIKA KASSA

BERGELUT di dunia rancang bangun roket bukanlah hal yang biasa. Membuat roket tak cukup berteori semata.
Lebih dari itu. Pengetahuan akan kemampuan merancang komponen elektro dan antariksa sangat dibutuhkan. Yang paling penting tentu adalah dorongan memulai dan tak pantang menyerah jika gagal dalam uji cobanya.
Roket itu bergeraknya di langit, bukan di darat. Pembacaan akan suhu dan kecepatan angin menjadi hal yang sangat penting. Karena tekanan udara pada setiap kilometernya di atas permukaan tanah jelas sangat berbeda. Hal inilah yang dirasakan Iris beserta teman-temannya.
Tidak sebentar dalam mempersiapkan roketnya untuk bisa berlaga di Komurindo. Setidaknya, butuh enam bulan sebelum akhirnya benar-benar siap. Banyak faktor yang mempengaruhi. Mulai dari alat-alatnya sampai uji coba yang terus dilakukan.
Iris mengatakan jika sampai saat inipun memenuhi kebutuhan alat-alat untuk pembuatan roket masih cukup sulit. Saat mempersiapkan roketnya, ia mengaku harus memesan alat-alat untuk roketnya di luar negeri. Hal inipun diakui membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendatangkan alat-alat tersebut.
Selain masalah alat, faktor uji coba roketnya juga butuh waktu yang tidak sebentar. Uji coba pun ia lakukan berkali-kali sampai roketnya dipastikan bisa meluncur. Bukan asal terbang saja. Namun terbangnya juga harus sesuai dengan ukuran yang ditetapkan saat lomba.
Untuk bisa sampai tahap peluncuranpun, dikatakan Iris juga harus melalui beberapa tahap. Misalnya harus terlebih dahulu melalui uji konektivitas dan uji getaran.
Uji konektivitas dilakukan untuk mengetahui apakah roketnya telah terkoneksi dengan seluruh perangkat yang ada. Sementara uji getaran guna memasikan apakah getaran yang terjadi pada roket telah stabil saat diluncurkan. Sehingga roket bisa terbang dengan sempurna.
Saat peluncuranpun, dikatakan Iris, masih memiliki beberapa kendala. Sistem roket yang sering error dan komunikasi yang masih terputus-putus menjadi masalah tersendiri. Apalagi jika melihat kualitas alat-alat yang didapatkan belum memenuhi kualitas tinggi. Namun di balik berbagai kekurangan itu, Iris serta teman-temannya tetap tak mau mundur. Hingga akhirnya bisa meraih penghargaan Roket dengan Desain terbaik.
Terjunnya Iris dalam dunia peroketan karena beberapa alasan. Ia mengatakan, jika untuk jangka panjang, roket sangatlah berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Hal ini karena pengembangan roket yang masih kurang.
Uji coba roket yang dilakukan Lapan selama ini masih selalu gagal. Padahal roket bisa sangat bermanfaat bagi pendeteksi berbagai bencana. Misalnya gempa bumi, angin kencang, cuaca, sampai potensi tsunami. Bahkan bisa juga dikembangkan menjadi roket kendali, jika sewaktu-waktu keadaan darurat negara, seperti perang.
Iris berharap, jika berbagai kompetisi yang dilakukan terkait roket bisa menghasilkan roket yang berguna bagi negara. Ia juga ingin selalu hadirnya para peneliti muda dalam pengembangan roket.
“Saya berharap besar supaya ini juga bisa membantu Lapan dalam dunia antariksa malalui program roket,” kata Iris. (*/rus/b)



×


Berharap Bisa Bantu Lapan di Dunia Antariksa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar