pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Agus Paham, Cakka Memuji, Aziz tidak Bangga

MAKASSAR, BKM — Tiga bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, masing-masing Agus Arifin Nu’mang, Abd Aziz Qahhar Mudzakkar serta Andi Mudzakkar memiliki pandangan yang berbeda melihat Sulawesi Selatan pada masa lalu, sekarang dan yang akan datang.
Dalam diskusi yang digelar Fajar Grup di Lantai I Graha Pena, Senin (18/12), selain mengkritik masa lalu dan sekarang, ketiganya juga memaparkan apa yang menjadi program dalam visi misinya kelak ketika memimpin Sulsel.
Diskusi yang mengangkat tema; Menatap Masa Depan Sulsel 2023 juga menampilkan sejumlah guru besar ilmu politik dan ekonomi, serta Chairman Fajar Grup HM Alwi Hamu.
Agus Arifin Nu’mang yang menjadi pembicara pertama, mengaku sangat paham dengan wilayah di Sulsel selama menjadi wakil gubernur 10 tahun. Olehnya itu, dirinya akan mewujudkan mimpi-mimpi serta harapan masyarakat Sulsel, seperti yang disampaikan Alwi Hamu pada saat pembukaan diskusi.
“Saya sepuluh tahun terakhir ini mendampingi Pak Syahrul memimpin Sulsel. Jadi, saya paham betul apa yang harus dilanjutkan. Tapi saya percaya bahwa Allah sudah menentukan siapa pemimpin Sulsel selanjutnya. Kita hanya berusaha dan menjalani saja,” kata Agus.
Mantan ketua DPRD Sulsel ini memaparkan capaian-capaian yang telah diraih Provinsi Sulsel selama dua periode kepemimpinannya mendampingi Syahrul Yasin Limpo. Mulai dari pemenuhan hak dasar masyarakat, peningkatan IPM yang indikatornya terkait dengan pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Menurunnya angka pengangguran dan angka kemiskinan, hingga meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Sulsel.
Lebih jauh, Agus juga menjelaskan konsep pengembangan lima kawasan titik tumbuh baru yang ada di Provinsi Sulsel. Konsep interkonektivitas tersebut dinilainya akan mampu menekan kesenjangan ekonomi masyarakat Sulsel.
Agus menyebut lima kawasan titik tumbuh baru yang dimaksud itu. Yakni pengembangan kawasan pegunungan dan dataran tinggi, yang meliputi kawasan pegunungan Latimojong, Bulusaraung dan Bawakaraeng (LABUBA), serta pengembangan kawasan pesisir yang meliputi Selat Makassar/Laut Flores dan Teluk Bone (MALABO).
Dikatakan, salah satu penyebab meningkatnya ketimpangan antarwilayah adalah persoalan minimnya infrastruktur yang bisa menghubungkan potensi yang ada di wilayah pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan pesisir. Akibatnya, investasi swasta cenderung lebih berpihak pada sektor industri dan jasa di perkotaan. “Dengan pengembangan interkonektivitas kawasan melalui peningkatan dan perbaikan aksesibilitas ini, maka akan memberikan dampak positif pada aktifitas distribusi hasil komoditi. Baik antardaerah maupun antarpulau. Pendapatan perkapita masyarakat akan meningkat, dan kesenjangan ekonomi pun akhirnya mampu ditekan,” jelas mantan sekretaris Golkar Sulsel di era kepemimpinan HM Amin Syam ini.
Sebagai wakil gubernur dua periode, Agus juga mengaku sangat paham bahwa tantangan yang akan dihadapi Sulsel ke depan adalah keberlanjutan pembangunan, keseimbangan atau pemerataan pembangunan, inovasi, budaya, teknologi dan industrialisasi, hingga dinamika regional dan global.
“Olehnya itu, kita bersama-sama harus maksimalkan semua potensi yang dimiliki setiap daerah agar Sulsel bisa tetap dan terus menjadi pilar utama pembangunan nasional dan simpul jejaring aselerasi kesejahteraan. Sebab, untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, harus ada pendekatan atau cara baru yang dilakukan. Dan hal yang terpenting adalah membangun interkonektivitas antara kawasan pegunungan dengan pantai, dan kawasan pegunungan dengan pegunungan,” ucapnya.
Penyampaian Agus tersebut mendapat apresiasi dari Andi Mudzakkar yang juga merupakan bakal calon wakil gubernur mendampingi Ichsan Yasin Limpo pada pilgub Sulsel mendatang.
Ia mengakui, jika standar yang diberikan oleh Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang yang telah dua periode terakhir memimpin Sulsel sangat tinggi, dengan sejumlah prestasi dan capaian yang telah diraih.
“Saya angkat topi atas capaian pemerintah saat ini yang dipimpin Pak Syahrul dan Pak Agus. Olehnya itu, program yang akan kami jalankan jika nantinya diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin tentunya akan berangkat atau berlandaskan pada hasil capaian saat ini,” kata Cakka, panggilan akrab Andi Mudzakkar.
Hal berbeda dilontarkan Abd Aziz Qahhar Mudzakkar yang hadir mewakili Nurdin Halid. Aziz mengaku tidak pernah bangga dengan pidato-pidato atau penyampaian tentang capaian pertumbuhan Provinsi Sulsel yang terus disampaikan kepada masyarakat selama ini. Menurutnya, hal itu hanyalah bentuk pembodohan.
“Saya tidak pernah bangga dengan pidato-pidato tentang pertumbuhan Sulsel. Itu pembodohan. Ini menyesatkan kalau hanya pertumbuhan itu saja yang disebut. Karena pada kenyataannya, income Sulsel memang sudah Rp44 juta per orang, tapi nasional itu Rp47 juta. Begitu juga dengan tingkat pengangguran dan gini ratio. Nasional 0,40, sementara kita masih 0,42,” kata Azis.
Anggota DPD RI tiga periode ini mengkritik tingginya ketimpangan yang masih terjadi di Sulsel. Hal itu bisa dilihat dari perbedaan yang cukup jauh antara daerah-daerah yang menjadi penyumbang PDRB terbesar untuk Sulsel.
“Yang menjadi daerah paling berjasa menyumbang PDRB untuk Sulsel itu adalah Makassar dengan 33 persen melalui sektor perdagangan dan jasa, Bone dengan 6 persen melalui sektor perdagangan atau ekonomi kerakyatannya, dan Luwu Timur dengan 6 persen melalui sektor pertambangannya. Disini kelihatan sekali ketimpangannya. Jauh sekali perbedaannya antara daerah yang satu dengan daerah lainnya,” ujarnya.
Olehnya itu, ke depan jika ia bersama NH diberikan amanah untuk memimpin Sulsel, maka pada tahun 2023 mendatang akan muncul Sulsel baru dengan sejumlah perubahan positif khususnya bagi masyarakat.
“Kami punya konsep trikarya, yakni pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal. Makanya, kami memiliki visi-misi membangun kampung. Sehingga pada 2023 akan lahir Sulsel baru,”pungkas mantan calon wakil gubernur Ilham Arief Sirajuddin ini.

Alwi Hamu Puji SYL

Bukan hanya Agus Arifin Nu’mang dan Andi Mudzakkar yang memuji kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo. Tapi juga Staf Khusus Wakil Presiden RI, HM Alwi Hamu juga memberikan apresiasi serupa.
Alwi Hamu yang juga Chairman Fajar Grup, dalam penyampaiannya selaku keynote speaker pada diskusi tersebut, mengatakan bahwa penerus kepemimpinan di Sulsel akan memiliki tugas yang berat. Sebab, pemerintahan di Sulsel saat ini yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang telah meletakkan standar yang tinggi untuk dilanjutkan oleh penerusnya.
“Para penerus harus melakukan sesuatu yang besar. Karena Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang sebagai gubernur dan wakil gubernur yang telah memimpin Sulsel 10 tahun terakhir telah meletakkan standar tinggi bagi Sulsel. Dan ini harus dilanjutkan. Tidak boleh penerusnya nanti biasa-biasa saja. Harus orang yang bisa berbuat lebih baik dari apa yang ada saat ini,” kata Alwi Hamu. (jun-rif)



×


Agus Paham, Cakka Memuji, Aziz tidak Bangga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar